Detail Berita
PEJABAT JEPANG KUNJUNGI WINONGO ASRI
15-12-2010

Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) mendapat kunjungan dari Pemerintah Jepang terkait model penanganan bencana pada kawasan tertentu. Dua pejabat Jepang yang berkunjung ke kawasan pinggir sungai Winongo yakni Mr Kuniaki Takaneka dari Community Disaster-prevention Support Team, Kobe City Fire Bureau dan Mr Hirokazu Nagata dari Plus Art NPO, sebuah lembaga edukasi pencegahan dan penanganan bencana dari Osaka yang menjadi perantara pemerintah agar program-programnya dapat dikomunikasikan ke masyarakat termasuk ke Indonesia. Mereka diterima oleh Ketua FKWA Noorhadi Rahardja, turut mendampingi Ikaputra dari Fakultas Teknik UGM di wilayah Badran, Kelurahan Bumijo, Selasa (1/6).
Menurut Ikaputra, dalam kunjungannya mereka akan melihat lokasi terkait rencana pemberian edukasi penanganan bencana berdasarkan pengalaman penanganan bencana alam gempa bumi di Kobe, Jepang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Winongo Asri. “Pengalaman di Kobe, pada saat gempa terjadi kebakaran 55 tempat tetapi markas pemadam kebakaran hanya ada 11. Mereka merasa 11 markas ini tidak mungkin memadamkan api pada 54 tempat tersebut. Dari sini mereka mengembangkan model agar masyarakat tanggap terhadap kebakaran. Selama 15 tahun setelah gempa Kobe, mereka mampu mengembangkan 191 kelompok masyarakat yang tanggap bencana. Pengalaman inilah yang akan ditularkan.” kata Ikaputra.
Ditambahkan, pemilihan lokasi di Badran karena kampung ini merupakan model generik atau representasi model kampung di Indonesia. Dikampung ini jika terjadi kebakaran atau bencana pasti akan rentan karena kepadatannya. Disamping itu modal awal yang penting sudah ada yakni masyarakatnya memiliki keguyuban. Ujicoba di Badran seandainya berhasil akan ditularkan ke wilayah lain, paling tidak pada kelompok Forum Komunikasi Winongo Asri dulu.
Sementara itu Ketua FKWA, Noorhadi Rahardja mengatakan, pihaknya menyambut baik dan jika berhasil akan menularkan kegiatan ini ke semua wilayah terutama yang masuk dalam FKWA. “Pada awalnya, wilayah Badran ini akan dijadikan pilot project penanganan bencana, apabila di Badran sudah disediakan alat-alat sederhana dalam penanganan bencana maka akan dikembangkan lagi pada wilayah-wilayah lain” katanya.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer