Detail Berita
KLINIK BERHENTI MEROKOK HADIR DI BALAIKOTA
15-12-2010

Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pemkot bekerjasama dengan Quit Tobacco Indonesia dan Fakultas Kesehatan UGM melaunching Klinik Konsulasi Berhenti Merokok, Senin (31/5) bertempat di Ruang Utama Balaikota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, dr Choirul Anwar, M Kes. mengungkapkan, sejak dibuka 18 klinik berhenti merokok yang tersebar di puskesmas, hingga saat ini setidaknya telah dimanfaatkan oleh 150 pasien yang berkeinginan berhenti merokok. Sementara klinik konsultasi di Balaikota sebagai sarana lebih mendekatkan kepada pegawai di lingkungan pemkot untuk berhenti merokok. Terdata bahwa jumlah PNS perokok di area pemkot sebanyak 52 %. Untuk layanan konsultasi dilakukan setiap Selasa dan Jumat pukul 11.00 - 14.00. ”Kami memberikan bantuan konsultasi tentang bahaya rokok dan pendampingan bagi karyawan pemkot yang mempunyai tekad besar berhenti merokok. Selain itu kegiatan reminder akan bahaya rokok terus dilakukan," kata Choirul.
Sementara dalam presentasinya tentang bahaya merokok, Ketua Quit Tobacco Indonesia Fakultas Kesehatan UGM, Yayi Surya Prabandini menyatakan, bahwa sebenarnya hampir setiap perokok menginginkan untuk berhenti, tapi terhambat sejumlah hal yang tak memungkinkannya untuk berhenti. "Ditunjukkan adanya penelitian yang menemukan bahwa sekitar 70 - 80 persen perokok ingin berhenti merokok. Tapi karena sedikitnya dukungan bagi mereka, hanya sekitar 3 persen yang berhasil berhenti merokok tanpa bantuan siapa-siapa," katanya.
Ditambahkan oleh Yayi, untuk berhenti merokok yang paling penting adalah punya niat dulu. Kemudian perokok diberikan pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan.
Pada kesempatan itu Asisten Pemerintahan, Widorisnomo, SH MT memberikan apresiasi kepada elemen masyarakat yang telah melakukan kegiatan memerangi rokok. Seperti kampung bebas rokok dan kelurahan bebas rokok.(byu)

abi is agusbudi | Tanya Komputer