Detail Berita
MALAM REFLEKSI HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL, WALIKOTA : JANGAN BERI RUANG UNTUK NARKOBA
15-12-2010

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak memberikan ruang, waktu, gerak dan tempat bagi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Yogyakarta dan meminta pemuda menjadi benteng terdepan mencegah narkoba. Demikian disampaikan saat memberikan orasi Malam Refleksi Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2010 Kota Yogyakarta di seputaran Tugu, Jumat malam (25/6).

Ayo kita jadikan Kota Yogyakarta tidak ada ruang, tempat dan waktu untuk narkoba. Marilah kita satu padukan visi, pemikiran dan sumberdaya memberantas narkoba. Narkoba harus enyah dari Kota Yogyakarta. Mari berjihad bersama memerangi narkoba, sehingga kita layak meneriakkan merdeka termasuk merdeka dari narkoba” kata Herry Zudianto.

Sementara itu, Ketua Badan Narkotika Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, melalui Malam Refleksi Hari Anti Narkotika Internasional ini seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia dan Yogyakarta menyatakan keprihatinan terhadap bahaya dari narkoba. “Kita sangat prihatin terhadap bahaya narkoba, semua sepakat bahwa narkoba tidak ada lagi tempat di Kota Yogyakarta. Selaku BNK siap mengamankan Kota Yogyakarta bersama seluruh komponen Poltabes, Kodim dan rekan generasi muda, marilah kita ciptakan narkoba tidak ada lagi tempat di Kota Yogyakarta termasuk penggunanya.” tegas Haryadi.

Dijelaskan, kerugian bangsa Indonesia akibat penyalahgunaan narkoba dari sisi ekonomi setiap tahun sebesar Rp 46,5 trilyun. Jika tidak ada upaya nyata dari seluruh komponen masyarakat menanggulangi bahaya narkoba ini maka akumulasi angka kerugian dari 2005 - 2010 akan mencapai Rp 207 trilyun. Sementara itu angka kematian pertahun mencapai 15.000 orang. Persoalan narkoba semakin mengkhawatirkan, hasil penelitian BNN tahun 2009, dikalangan pelajar Indonesia tercatat 12.848 orang penyalahguna narkoba yang duduk di bangku SD, serta 110.870 pelajar SMP dan SMA. Data nasional 2006 - 2007 dari 3,2 juta penyalahguna narkoba 1,1 juta diantaranya adalah pelajar dan mahasiswa.

Ditambahkan oleh Haryadi, dalam penyalahgunaan narkoba terlihat pergeseran dari fenomena konsumtif dan distributive menjadi fenomena yang lebih membahayakan yakni fenomena industrial. Ini karena adanya sikap masyarakat yang semakin permisif terhadap permasalahan narkoba. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat dari tingkat RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan sampai tingkat Kota, menyatakan untuk menjauhi narkoba adalah komitmen seluruh komponen masyarakat. Ayo jangan sampai Kota Yogyakarta memberikan tempat bagi narkoba, baik penyalahgunaan atau peredarannya” kata Haryadi Suyuti.

Pada malam renungan HANI 2010 ini dideklarasikan Deklarasi Tugu tentang Komitmen Lawan Peredaran Gelap dan Penyalahgunaan Napza yang dibacakan oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, Wakil Walikota Haryadi Suyuti, Kapoltabes AKBP Atang Heradi, Komandan Kodim 0734 Letkol Inf. Arudji Anwar dan Ketua DPD Ganas Yogyakarta, Sigit serta seluruh komponen masyarakat yang hadir diseputaran Tugu. Dalam deklarasi ini diikrarkan bahwa semua komponen masyarakat menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba termasuk peredaran dan penggunaanya di wilayah hukum DIY. Sepakat bergotongroyong secara maksimal mengurangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Deklarasi ini sebagai langkah awal menyatukan gerak antar elemen masyarakat dan pemerintah untuk melakukan gerakan anti narkoba di tingkat sekolah, kampus, kampung dan lingkungan terkecil yakni RT, RW dan keluarga.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer