Detail Berita
KAFILAH KOTA YOGYAKARTA JUARA UMUM MTQ PROPINSI
11-08-2010

Kafilah Kota Yogyakarta keluar sebagai juara umum MTQ Tingkat Propinsi DIY yang diselenggarakan 30 April – 2 Mei 2010 di Balaikota Yogyakarta. Kafilah Kota Yogyakarta menyabet enam belas tempat nomor satu, yaitu Tilawah Golongan Dewasa Putra atas nama Ahmad Sakdiyah, Tilawah Golongan Remaja Putri atas nama Romico Putra D, Tilawah Golongan anak-anak putri atas nama Ifah Munifah serta Tilawah Golongan Cacat Netra Putra atas nama Ali Afandi.
Adapun untuk cabang lainnya yang dimenangi kafilah Kota Yogyakarta adalah Tilawah Golongan Tartil Putri atas nama Alifiya Bunga Surga, cabang Tahfidh Golongan 1 Juz + Tilawah Putra atas nama Muh Sahabudin Hilmi, cabang Tahfidh Golongan 5 Juz + Tilawah Putri atas nama Akimilna Aqlina. Sedangkan Abdullah Lutfi  keluar sebagai pemenang pertama cabang Tafsir Bahasa Arab Putra dan untuk Tafsir Bahasa Inggris Putra diraih oleh Rois Muhtadin serta Fatiatus Saadah memenangkan Tafsir Bahasa Inggris Putri.
Prestasi lain yang diperoleh kafilah Kota Yogyakarta yaitu Cabang Khoth Golongan Penulisan Naskah Putri atas nama Rahmawati. Cabang Khoth Golongan Hiasan Mushaf Putra oleh Nur Kholis, Khoth Golongan Hiasan Mushaf Putri oleh Siti Tursilawaty. Cabang Musabaqah Fahmil Qur’an, Regu Kota Yogyakarta keluar sebagai yang terbaik dengan nilai 1750. Cabang Musabaqah Menulis isi Kandungan Al-Qur’an Putra oleh Arif Lutviansari dan Putri oleh Estrina Maya LN.
Dengan kemenangan tersebut maka secara keseluruhan Kafilah Kota Yogyakarta berhak sebagai juara umum. Para pemenang tersebut tertuang dalam Keputusan Koordinator Dewan Hakim MTQ Tingkat Propinsi DIY Tahun 2010 yang koordinatornya adalah Prof Drs H Saad Abdul Wachid.
Wakil Walikota H Haryadi Suyuti dalam sambutannya mengatakan, semangat persaudaraan yang kental diantara para kafilah diharapkan dapat mendorong terwujudnya ukhuwah islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak hanya pada event MTQ saja tetapi dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tema penyelenggaraan yaitu Membangun Generasi Qur’ani untuk Mewujudkan Masyarakat Jogja yang agamis dan berbudaya.
Haryadi berharap bahwa budaya membaca Al-Qur’an setiap hari dalam kehidupan keluarga akan menjadikan masyarakat Kota Yogyakarta yang berbudaya agamis akan terwujud. Dalam ukuran kehidupan masyarakat Yogyakarta yang dibangun atas keberagaman yang luar biasa sungguh merupakan nikmat tersendiri. Dengan adanya pemahaman betapa pentingnya membina hubungan yang baik dengan Allah SWT Sang Pencipta dan membina hubungan yang harmonis sesama manusia. Kesadaran tersebut tentu merupakan modal yang sangat berharga untuk membangun komitmen menciptakan kehidupan dengan penuh keseimbangan.(prd)

abi is agusbudi | Tanya Komputer