Detail Berita
BIAYA PENGGANTI PENGOLAHAN DARAH PMI NAIK
11-08-2010

Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk darah diperlukan biaya yang memadai. Selama ini PMI Cabang Kota Yogyakarta dalam memberikan biaya pengganti pengolahan darah senilai Rp. 180.000 per kantong, akan dinaikan menjadi Rp. 250.000 perkantong. Kenaikan biaya tersebut dikarenakan adanya biaya pada proses pengolahan darah seperti biaya uji saring penyakit HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis dan kantong darah. PMI belum mampu memproduksi kantong darah sendiri sehingga harus mengimport untuk mendapatkan kantong darah tersebut. Demikian jelas Kepala Bagian Kominfo PMI Cabang Kota Yogyakarta Anggun Gunadi, di balaikota belum lama ini.
Lebih lanjut dijelaskan, sebelum darah hasil transfusi diberikan kepada pasien, harus melalui proses pengolahan agar darah yang di berikan aman. Proses pengolahan darah meliputi pemeriksaan golongan darah, test haemoglobin, uji saring terhadap beberapa penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan penyakit sifilis. ”Biaya proses tersebut tidaklah sedikit dan selama ini dibebankan kepada masyarakat yang membutuhkan darah. Jika memiliki kartu jaminan kesehatan masyarakat tentu saja akan di bantu melalui jaminan tersebut” tuturnya.
Anggun menambahkan, kenaikan biaya pengganti pengolahan darah, karena adanya penyesuaian harga terhadap alat dan bahan proses pengolahan darah. Dan selama ini PMI Cabang Kota Yogyakarta tidak pernah menjual belikan darah. ”Biaya yang dibayarkan kepada PMI digunakan untuk pengolahan darah agar darah yang diberikan aman dipakai pasien yang membutuhkan” imbuhnya.
Berbagai layanan kemanusiaan dari PMI Cabang Kota Yogyakarta meliputi transfusi darah, penanggulangan bencana, pembinaan generasi muda melalui Palang Mera Remaja (PMR) dan relawan (KSR dan TSR), balai pengobatan, layanan ambulans dan lainnya. Keberadaan PMI intinya membantu siapa saja yang membutuhkan tanpa membedakan golongan, suku, agama, warna kulit, maupun ras. Bahkan PMI Cabang Kota Yogyakarta tidak hanya melayani warga kota saja, namun juga warga dari luar kota Yogyakarta. Berdasarakan PP 18/1980 PMI sebagai organisasi kemanusiaan nirlaba dalam melakukan pelayanan tidak memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan material dari pelayanan darah.(tim)

abi is agusbudi | Tanya Komputer