Detail Berita
Pemegang Kartu Identitas Anak Dapat Santunan
19-10-2007

"Diterbitkannya Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 31/2007 tentang Pemberian Santunan Kematian Bagi Pemegang KTP dan KIA Kota Yogyakarta, mulai 4 Juni 2007 khususnya bagi pemegang Kartu Identitas Anak (KIA) Kota Yogyakarta mendapat bantuan berupa santunan kematian", demikian dikatakan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Yogyakarta, Sunu Saptomo, SH.

Oleh karena itu bagi pemegang KIA Kota Yogyakarta yang meninggal dunia maka ahli warisnya dapat datang ke Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Yogyakarta dengan membawa persyaratan lengkap, diberikan langsung bantuan santunan sebesar Rp. 500.000,-. Kelengkapan persyaratan tersebut antara lain :

  • KIA asli almarhum/almarhumah dan 4 lembar fotocopynya yang telah dilegalisir oleh Kelurahan/Kecamatan setempat
  • Surat Kematian asli dan 4 lembar fotocopynya yang telah dilegalisir oleh Kelurahan setempat
  • Kartu Keluarga (CI) asli almarhum/almarhumah dan 4 lembar fotocopynya yang telah dilegalisir oleh Kelurahan/Kecamatan setempat,
  • Fotocopy KIA ahli waris/pemohon yang telah dilegalisir oleh Kelurahan/Kecamatan setempat sebanyak 4 lembar
  • Fotocopy Kartu Keluarga (CI) asli ahli waris/pemohon yang telah dilegalisir oleh Kelurahan/Kecamatan setempat sebanyak 4 lembar
  • Surat Keterangan ahli waris bermaterai Rp. 6.000,- yang diketahui oleh Ketua RT, RW dan Lurah setempat.

Pengajuan berkas santuan kematian ini diberlakukan masa kadaluwarsa yakni 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal yang bersangkutan meninggal. Dan apabila dipandang perlu, petugas pelayanan berhak terlebih dahulu membuktikan kebenaran administrasi ahli waris ke wilayah sebelum memberikan uang santuan dengan maksud untuk saling "cross check".

Pemberian bantuan santunan kematian bagi pemegang KIA merupakan wujud kepedulian Pemkot dalam melakukan perlindungan dan pelayanan sosial kepada masyarakat. Lebih dari itu, melalui bantuan ini diharapkan masyarakat khususnya yang mempunyai anak berusia 1 hingga menjelang 17 tahun (sebelum berhak mendapatkan KTP), dapat lebih termotivasi mengurus identitas anaknya berupa KIA sebagai upaya tertib administrasi kependudukan.

Sementara itu Perda Nomor 4/2004 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil, dijelaskan pembuatan KIA sama prosedurnya seperti pembuatan KTP, bahkan KIA hanya sekali dibuat berlaku hingga anak usia 17 tahun.

abi is agusbudi | Tanya Komputer