Detail Berita
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI KUNJUNGI PEMKOT JOGJA
11-08-2010

Untuk melihat dari dekat inovasi yang dilakukan pemkot dalam pelayanan publik, Tim Litbang KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) lakukan kunjungan kerja di Pemkot Yogyakarta, Rabu (17/03). Tim KPK yang dipimpin Luthfi Ganna Sukardi diterima oleh Walikota Herry Zudianto beserta jajaran Pemkot Yogyakarta di ruang utama bawah Balaikota.
Luthfi mengatakan, pada buku biru KPK berisi model-model pelayanan publik terbaik di Indonesia. Yogyakarta termasuk salah satu diantara 9 (sembilan) kota yang dijadikan model tersebut. Selain Kota Jogja, ada juga Kabupaten Solok, Kabupaten Jembrana, Propinsi Gorontalo, Kabupaten Sragen. Model dibeberapa kota ini dijadikan best practice untuk disebarkan ke daerah lain di Indonesia.
Masih menurut Luthfi, kami ke kota Jogja ingin melihat perkembangan kondisi sekarang, karena di beberapa daerah lain yang dijadikan ikon best practice ada yang stagnan bahkan menurun. Di Jogja ada beberapa pembaharuan sejak 2006 lalu, dan berharap masih menjadi ikon dan ada inovasi . ”Gebrakan-gebrakan inovatif di Jogja akan kita ungkapkan lagi sebagai bahan mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik dan sebagai contoh untuk daerah lain”, jelasnya. Ditambahkan, pihaknya berharap, bila daerah lain mengikuti Jogja maka sudah seharusnya Jogja juga terus meningkat. Sehingga nanti ada inovasi baru lagi yang bisa disebarkan ke daerah lain.
Dalam kunjungan ini, ada 4 sektor yang dilihat tim KPK yakni sektor pelayanan kesehatan, pendidikan, perizinan dan pengelolaan SDM. Juga dilakukan monitoring langsung ke instansi terkait empat sektor tersebut.
Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengatakan, tata kelola pemerintahan yang baik dimulai dari terbukanya saluran komunikasi. Karena itu pihaknya membuka seluas-luasnya semua saluran komunikasi. Good governance tidak mungkin bisa terwujud tanpa adanya dukungan masyarakat. Pemerintah memerlukan masukan saran dan informasi dari masyarakat. Sehingga antara pemerintah dan masyarakat bisa saling asih asah dan asuh. “Saya membuka saluran komunikasi seluas-luasnya, baik melalui UPIK (Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan), berbagai talkshow melalui media elektronik, bahkan komunikasi dengan masyarakat melalui Facebook,” papar Herry.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer