Detail Berita
PERPUSTAKAAN BERJALAN “MLETIK” ADA DI MALIOBORO
11-08-2010

Sebagai upaya menambah wawasan dan pengetahuan para anggotanya, kini  Komunitas Malioboro meluncurkan Perpustakaan Berjalan ”Mletik”. Pelaksanaan soft launching kegiatan inovatif dari komunitas malioboro ini dilakukan bersamaan perayaan ulang tahun ke - 55 Walikota Yogyakarta H Herry Zudianto bertempat di Ruang Utama Bawah Balaikota, baru-baru ini (31/3).
Berkaitan dengan pencerahan masyarakat kawasan legendaris Malioboro, P Herry menyambut baik peluncuran perpustakaan berjalan ini dan langsung memberi nama “Mletik” yang berarti cerdas. Pada kesempatan ini pula Pak Herry menyumbangkan 5 buah bukunya yang berjudul Kekuasaan Sebagai Wakaf Politik dan uang tunai sebesar satu juta rupiah. “Saya menyambut baik adanya gagasan perpustakaan ini dan saya beri nama “Mletik” yang berarti cerdas. Orang yang cerdas identik dengan orang yang “mletik” kata Herry Zudianto.
Ditambahkan, peluncuran perpustakaan berjalan ini senyampang dengan program pemkot yang tengah menggalakkan perpustakaan di wilayah, khususnya di lingkungan RW sebagai implementasi program education for all. ”Saya sangat apresiatif, selaras dengan program pemkot yang telah diluncurkan dua tahun lalu yakni education for all. Sehingga perpustakaan berjalan bisa mendekatkan buku dengan pembacanya. Pemkot sangat mensupport berkembangnya nilai-nilai di masyarakat yang ingin belajar”, terang Herry Zudianto.
Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo Putra mengatakan, peluncuran perpustakaan berjalan sebagai kado ulang tahun ke – 55 H. Herry Zudianto. Pelaksanaannya didasarkan pada pemenuhan hak para pedagang di Malioboro untuk membaca guna menambah ilmu pengetahuan. Karena selama ini hak dan kesempatan  membaca para pedagang sering terabaikan dan tidak terpenuhi dengan baik. “Selama ini mereka tidak mempunyai waktu untuk pergi ke perpustakaan, sedikit mempunyai kesempatan untuk berhadapan dengan birokrasi dan asing dengan perpustakaan. Oleh karena itu kami menciptakan perpustakan berjalan, pepustakaan yang menyapa dan mengunjungi secara langsung ditempat pedagang beraktifitas”, kata Sujarwo Putra.
Secara teknis, perpustakaan berjalan akan dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa dan Rabu, pukul 11.00 - 15.00 WIB. Pada waktu-waktu itulah Malioboro biasanya sepi pengunjung, sehingga dapat dimanfaatkan pedagang untuk membaca. Dua orang pengasong akan membawa berbagai macam judul buku dan mengedarkannya kepada para pedagang untuk dipinjam. Guna menarik pembaca, pengurus membuat satu terobosan unik dimana setiap pembaca/peminjam akan mendapatkan poin yang pada suatu saat nanti akan diundi dan mendapatkan berbagai hadiah.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer