Detail Berita
GKR Hemas : Penanganan Gizi Buruk Bisa Contoh Kota Jogja
11-08-2010

Bahwa kasus gizi buruk di kabupaten sekitar Kota Yogyakarta masih cukup tinggi. Sehingga diharapkan agar kabupaten lain di DIY tergerak membuat program seperti Rumah Pemulihan Gizi (RPG) yang ada di Kota Yogyakarta. Kalau kabupaten juga bisa menyelenggarakan serupa RPG maka penanganan gizi buruk di DIY dapat dipastikan akan lebih bagus. Demikian dikatakan GKR Hemas dalam kunjungannya ke RPG Kota Jogja yang berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo 32 atau sebelah timur perempatan Gading, belum lama ini (26/03).
Dalam menyambut GKR Hemas, Ketua PKK Kota Jogja, Ibu Dyah Suminar menjelaskan, ada 8 anak penderita gizi buruk yang dirawat di RPG beberapa waktu lalu menunjukkan perkembangan yang baik. Mereka dinyatakan meningkat derajat kesehatannya dan diperbolehkan dirawat lanjutan di rumah.
Dikatakan, saat ini ada perawatan tahap kedua untuk 7 anak penderita gizi kurang dengan kondisi badan kurus. Dari ketujuh anak tersebut 6 diantaranya tergolong baik tumbuh kembangnya, dan satu anak mengalami kelambatan tumbuh kembang. Sampai enam bulan pasca perawatan di RPG, anak-anak masih dilakukan pemantauan baik oleh Puskesmas ataupun pihak RPG. ”Mudah-mudahan dengan mendapat perawatan di rumah pemulihan gizi ini akan segera lebih baik. Terlebih adanya peran yang baik dari para orang tua si anak”, tambah Ibu Dyah Suminar.
Dr Endy Paryanto dan timnya akan melakukan penyelesaian masalah gizi anak-anak secara lebih mendalam. RPG menjaring anak-anak gizi buruk dari kegiatan posyandu maupun puskesmas. Dari 630 posyandu di Kota Yogyakarta kita mendapatkan informasi yang menyeluruh tentang status perkembangan gizi anak-anak. Dengan diketemukannya anak-anak yang memerlukan penanganan masalah gizi, RPG siap untuk melakukan penanganan bagi anak-anak yang tumbuh kembang kurang baik.
RPG menempati area bekas SD Gading, gedung RPG juga difungsikan sebagai sekretariat PKK, serta kelompok bermain Kirana, percontohan milik TP PKK Kota Yogyakarta. RPG mulai beroperasi sejak 22 Februari lalu dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih pada 12 Maret lalu. RPG melakukan penanganan dan konsultasi secara komprehensif terhadap balita gizi buruk maupun gizi kurang, serta permasalahan seputar gizi balita berdasarkan kondisi individual anak, keluarga dan masyarakat.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer