Detail Berita
KELOLA SAMPAH LANGSUNG DARI SUMBERNYA
28-06-2010

Produksi sampah di Kota Yogyakarta sebesar 70 % berasal dari rumah tangga. Karenanya pemkot mengambil kebijakan pengelolaan sampah mandiri sebagai salah satu solusi mengatasi pertumbuhan sampah perkotaan. Dengan hal itu diharapkan dapat dilakukan pemilahan dan pengolahan sampah di setiap rumah tangga. Demikian papar Ir Suyana Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta ketika membuka Diklat Fasilitator Pengelolaan Sampah, di Pasar Ikan Higienis Selasa (23/02).
Menurut Suyana, tahun 2011 nanti pihaknya mentargetkan paling tidak 50 % rumah tangga di kota dapat mengelola sampah secara mandiri. Untuk itu pemkot secara bertahap memfasilitasi bantuan komposter dan edukasi bagi masyarakat agar dapat mengelola sampah mandiri di rumah tangga. Oleh karenanya, Suyana berharap keterlibatan pihak swasta agar dapat mempercepat proses pemasyarakatan pengelolaan sampah mandiri ini misalnya melalui program CSR (Coorporate Social Responsibility).
Aktifis Gerakan Budaya Bersih Yogyakarta, Dodi PS mengatakan, jika setiap anggota masyarakat aktif mengelola sampah rumah tangga sebagai wujud tanggungjawabnya, maka beban sampah di TPA akan jauh berkurang. Jarak rata-rata sumber sampah ke TPA sekitar 20 km dari Kota Yogyakarta. Dengan mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA, ceceran air sampah yang terjadi selama pengangkutan juga akan berkurang, dan biaya operasional truk serta bahan bakar juga akan jauh berkurang.
Dodi menjelaskan, “tumpukan sampah bukan hanya mengganggu kesehatan, namun juga mengancam nyawa manusia. Seperti kejadian menyedihkan di Leuwigajah 2005 dan Bantargebang 2006 lalu. Peristiwa sampah ini tentunya dapat dicegah jika kita kurangi dan diolah secara maksimal dari sumbernya, yang salah satunya adalah rumah kita sendiri,” paparnya.
Pelatihan yang berlangsung di Jogja Fish Market diikuti 120 orang peserta dari warga masyarakat serta aktifis jaripolah (Jaring Pengelola Sampah) Kota Yogyakarta, berlangsung selama 2 hari. Dengan bekal pelatihan ini diharapkan akan melahirkan fasilitator yang memiliki pengetahuan, komitmen dan mampu menggerakkan masyarakat tentang pengelolaan sampah.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer