Detail Berita
TPA PRABA DHARMA HADIR DI KOMPLEK BALAIKOTA
28-06-2010

Karya konkrit sentuhan inovatif kaum perempuan yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan Pemkot Yogyakarta menghadirkan TPA Praba Dharma di komplek Balaikota. Tempat Pengasuhan Anak ”Praba Dharma” diresmikan penggunaannya oleh Walikota Herry Zudianto, Rabu (13/01). Menempati lokasi eks bangunan Kantor Humas Dan Informasi, TPA ini mampu menampung 30 anak setiap harinya.

Kehadirannya diharapkan mampu mendorong karyawati PNS pemkot lebih berprestasi.  Menurut Herry, TPA ini merupakan wujud nyata kesetaraan gender yang memberikan peluang bagi perempuan untuk berkarya, berprestasi dengan peluang yang sama. “Tidak ada gap dalam bekerja, berkarya dan berprestasi antara perempuan dan laki-laki. Perempuan mempunyai peluang yang sama untuk berkarya di berbagai bidang,” tutur Walikota. "Saya juga berharap TPA Praba Dharma akan mampu membentuk karakter anak yang diasuh dengan mengedepankan olah rasa dan interaksi sosial," tandasnya.
Ketua Pengelola TPA Praba Dharma, Ibu Tri Kirana Muslidatun mengatakan pendirian TPA ini untuk memenuhi kebutuhan akan pentingnya taman pengasuhan anak di komplek Balaikota, khususnya bagi orang tua yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Lebih lanjut Tri Kirana menjelaskan, adanya TPA di Balaikota diharapkan anak dapat tumbuh kembang secara optimal sesuai tingkat umur perkembangan anak. Pasalnya, kegiatan belajar di TPA dilakukan sembari bermain, sehingga anak akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Perkembangan anak akan lebih maksimal baik secara fisik, emosi, kognisi dan sosialnya. Pembelajaran dengan metode BCCT (Beyond Centers and Circle Time) menggunakan sentra-sentra tempat belajar dan bermain. (sentra persiapan, sentra peran, sentra balok, sentra alam, sentra seni dan sentra imtaq).
Sementara Ibu Dyah Suminar, Penasihat Dharma Wanita Persatuan, mengatakan, TPA ini merupakan salah satu upaya untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas sejak dini selain telah dilakukan juga melalui posyandu dan PAUD. Adanya TPA ini memberikan kesempatan kepada karyawan pemkot untuk menitipkan putra-putrinya dengan semestinya. “Sebelumnya PKK Kota Yogyakarta telah mempunyai TPA di Beringharjo. Model disana kita terapkan di komplek Balaikota senyampang dengan diberlakukannya lima hari kerja. "Pengasuhan anak disini akan lebih terjamin baik, apalagi pengasuh di sini sudah mendapatkan dasar pelatihan pengasuhan anak. Mengasuh anak juga memerlukan ilmu," tuturnya.(ism/byu)

abi is agusbudi | Tanya Komputer