Detail Berita
RUMAH PEMULIHAN GIZI : LAYANAN DAN PERAWATAN BALITA DENGAN MASALAH GIZI
28-06-2010

Pemkot Yogyakarta melakukan inovasi baru di bidang kesehatan. Rumah Pemulihan Gizi, merupakan jawaban bagi penanganan permasalahan balita dengan gizi buruk/kurang. RPG digagas dan didirikan oleh PKK Kota Yogyakarta sebagai sebuah terobosan yang luar biasa merupakan lembaga pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia untuk menangani permasalahan gizi buruk/kurang secara komprehensif. RPG didesain agar mampu memberi solusi tepat bagi balita dengan permasalahan gizi, selain sebagai pusat informasi gizi, dan tempat pendidikan pelatihan gizi bagi masyarakat.
Sejalan dengan tematik pembangunan tahun ini yaitu mewujudkan kota yang sehat dan nyaman huni, pembangunan di bidang kesehatan menjadi prioritas. Program jaminan kesehatan semesta (jamkesta) sudah mulai dilaksanakan pada paruh tahun lalu. Tahun ini RPG semakin melengkapi upaya pemkot untuk membangun kota sehat.
Di Kota Yogyakarta indeks gizi buruk masih lebih baik dari target nasional 2014. Angka gizi buruk berkisar 0,98 persen. Pada Januari 2010 masih terdapat 12 anak di Kota Yogyakarta yang menderita gizi buruk, 61 anak dengan status gizi kurang dan 166 anak calon gizi buruk. Secara nasional ditargetkan turun dari 37 persen di tahun 2007 menjadi 32 persen di tahun 2014.
Data tersebut menurut saya masih cukup tinggi, karena mencapai ratusan anak yang perlu mendapat perhatian. Tidak semua anak balita yang terdata dengan gizi bermasalah tersebut adalah warga kurang mampu. Ada juga anak-anak dari keluarga mampu yang mengalami gizi kurang. Sehingga benang merah dari permasalahan gizi ini adalah pemahaman orangtua terhadap asupan kecukupan gizi bagi anak mereka.
Di RPG ini, orangtua balita mempunyai kesempatan untuk memperoleh pemahaman tentang gizi yang baik. Disediakan tempat konsultasi bagi mereka untuk mendapatkan informasi yang menyeluruh. RPG juga menyediakan beberapa fasilitas berupa ruang Perawatan Balita gizi buruk dengan peralatan medis yang memadai, Ruang Konsultasi dengan Dokter Anak, Ruang Tunggu bagi orang tua balita, Ruang Laktasi bagi bayi dan ibu menyusui, dan Ruang Belajar dan bermain balita dengan sarana permainan edukatif dalam maupun luar ruangan.
Saya sangat berharap, kehadiran RPG mampu meningkatkan derajat kesehatan anak yang berkorelasi positif terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia selanjutnya. Melalui RPG akan lahir generasi yang berkualitas dan sehat secara lahir dan batin. Salam Jogja, Salam Indonesia, Jaya !

abi is agusbudi | Tanya Komputer