Detail Berita
NCC Solusi Penyalahgunaan NAPZA
19-10-2007

Dampak kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap napza di DIY maupun di Indonesia akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan.  Berangkat dari rasa kekhawatiran tersebut Walikota Yogyakarta, H.Herry Zudianto berinisiatif mendirikan Napza Crisis Center (NCC). Hal ini merupakan kesungguhan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh obat-obat terlarang (narkoba) dan mempertahankan brand image Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan dan Pariwisata berbudaya.

Mimpi Pemkot itu diwujudkan Juni 2004 dengan terbentuknya NCC sebagai lembaga yang menyediakan layanan informasi dan konseling masalah napza bagi masyarakat. NCC menyiapkan dan melaksanakan pengelolaan layanan informasi masyarakat dalam hal penanggulangan dan pencegahan penyalahgunaan napza. Disamping itu juga menyediakan layanan informasi data penyalahgunaan napza dan memberikan informasi tatacara dan tempat rehabilitasi pecandu napza.  

Dengan pertimbangan penguatan organisasi dan layanan, maka lembaga Napza Crisis Center berada dalam koordinasi Badan Narkotika Kota Yogyakarta, yang memfokuskan aspek layanan konseling pra-rehabilitasi. Seiring dinamika perkembangan layanan, NCC memiliki divisi-devisi yaitu Divisi Penyuluhan dan Pengkaderan, Divisi Konseling,  dan Divisi Media Informasi.

Pengembangan layanan informasi NCC disampaikan melalui beberapa media, seperti website, Hotline SMS dan email serta radio dan TV. Updating data yang terus diusahakan sampai saat ini adalah :

  • Situs milik Pemerintah Kota Yogyakarta (www.ncc.jogja.go.id) sebagai media informasi tentang pengetahuan praktis pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan napza.
  • Situs gratis http://www.napzacrisiscenter.blogspot.com/ sebagai media informasi kegiatan internal, interaksi antar volunteer dan resume kegiatan.
  • Email di website Kota Yogyakarta : ncc@jogja.go.id (off line)
  • Email Yahoo! Dan friendster : napzacrisiscenter@yahoo.com
  • Layanan via SMS 081-578-707070 dan layanan via telp flexy 7488266 dan 7488277
  • Penyuluhan ke wilayah-wilayah

JEJARING KERJA NAPZA CRISIS CENTER

1.   Kegiatan Penyuluhan dan Pengkaderan.

Kegiatan penyuluhan dan pengkaderan yang di design NCC tidak hanya bertujuan memberikan penyadaran tentang bahaya napza saja tetapi juga memunculkan gerakan anti napza berbasis pelajar se-kota Yogyakarta.

Upaya ini dilaksanakan untuk memunculkan kader-kader pada masing-masing sekolah setingkat SMA. Oleh karenanya NCC menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta melalui program pendampingan kelompok anti napza sekolah tingkat SMA se-Kota Yogyakarta, dengan target untuk pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap napza di sekolah maupun kalangan remaja. Pendampingan dilakukan dengan cara  pembekalan materi kelas di sekolah-sekolah untuk memahamkan informasi masalah napza yang sedang trend pada remaja sekarang. Bersama Dinas Pendidikan, NCC mentargetkan pembekalan materi ke 70 sekolah tingkat SMA/K se-Kota Yogyakarta. Sedangkan pembekalannya akan dilakukan pada ± 20 sekolah saja dengan asumsi baru sekitar 20 sekolah saja yang mempunyai kelompok anti napza.  Dari 70 sekolah tingkat SMA/K se-Kota Yogyakarta, sampai dengan 2006 lalu, sudah ada 38 sekolah yang dibekali tentang pengetahuan dan informasi masalah napza :

No

Nama Sekolah

Kelompok Anti Napza

1.

SMA N 1 Yogyakarta

Sedang dibentuk

2.

SMA N 4

Foranza

3.

SMK N 7

Kelompok Anti Napza SMK 7

4.

SMA N 11

Kelompok Anti Napza SMA 11

5.

SMA Muhammadiyah 3 

Bazooka

6.

SMA N 2

Kelompok Anti Napza SMA 2

7.

SMA Muhammadiyah 7

Kelompok Anti Napza SMA Mutu

8.

SMK N 2

Tergabung dalam OSIS

9.

SMK Tamansiswa Jetis

Tergabung dalam OSIS

10.

SMA Bhinneka Tunggal Ika

Tergabung dalam OSIS

11.

SMA Bopkri 1

Morsanaza

12.

SMA Bopkri 2

Boda Action

13.

SMA N 9

Gansa

14.

SMA N 3

Tergabung dalam OSIS

15.

SMK Muhammadiyah 3

Kelompok Anti Napza SMK Muga

16.

SMA N 6

Kelompok Anti Napza SMA 6

17.

SMK Bopkri 1

Tergabung dalam OSIS

18.

MAN I

Tergabung dalam OSIS

19.

SMA Muhammadiyah 2

Kelompok Anti Napza SMA Muha

20.

SMA Muhammadiyah 5

Kelompok Anti Napza SMA Muma

21.

SMK Perkebunan MM 52

Tergabung dalam OSIS

22.

SMA N 8

Tergabung dalam OSIS

23.

SMA 17 ‘1'

Tergabung dalam OSIS

24.

SMA Piri 2

Kelompok Anti Napza SMA Piri 2

25.

SMA N 10

Sadap

26.

SMA Gadjah Mada

Tergabung dalam OSIS

27.

SMK N 1

Tergabung dalam OSIS

28.

SMK Marsudi Luhur

Tergabung dalam OSIS

29.

SMK Marsudi Luhur 2

Tergabung dalam OSIS

30.

SMK IP Batikan

Tergabung dalam OSIS

31.

MAN II

Tergabung dalam OSIS

32.

SMK N 3

Ganza

33.

SMK Muhammadiyah 1

Tergabung dalam OSIS

34.

SMA Muhammadiyah 4

Tergabung dalam OSIS

35.

SMA Marsudi Luhur

Tergabung dalam OSIS

36.

SMK N 5

Tergabung dalam OSIS

37.

SMK N 4

Tergabung dalam OSIS

38.

SMA Budi Luhur

Tergabung dalam OSIS

Jejaring kerja juga dijalin dengan PKK Kota lewat KCC (Kos Crisis Center) Kota Yogyakarta dan Mitra Keluarga. Bersama KCC, NCC juga mengusahakan preventif terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap napza terutama di kalangan mahasiswa pendatang di asrama-asrama mahasiswa daerah Yogyakarta. Penyuluhan yang dilakukan oleh NCC tidak hanya menjangkau wilayah Kota Yogyakarta saja, tetapi NCC juga sering menjangkau daerah-daerah di wilayah lain seputar Kota Yogyakarta. Kegiatan pengkaderan yang dilakukan oleh NCC dinamakan Diklat Makrab Volunteer. Kegiatan pengkaderan ini  meliputi Pengayaan Materi, Roleplay konseling serta kemampuan penyuluhan dan komunikasi dalam masyarakat utamanya untuk mengkomunikasikan tentangnapza.    

2.   Kegiatan Konseling Pra Rehabilitasi dan Layanan Rehabilitasi Awal

Kegiatan konseling Pra Rehabilitasi merupakan kegiatan NCC yang secara aktif dimulai pada tahun 2006. Program ini dilaksanakan dengan kerjasama antara NCC dengan Fak Psikologi UST Yogyakarta dan FPPN Kota Yogyakarta.

Program yang awalnya hanya sebatas pada pola konseling pasif, yakni dengan membuka layanan konseling di kantor NCC pada tahun 2007 diubah menjadi konseling aktif yakni dengan menerjunkan volunter menjangkau keluarga-keluarga korban penyalahgunaan NAPZA khususnya diwilayah kota Yogyakarta.

Program ini dipertajam dengan pelaksanaan layanan rehabilitasi awal yang khusus diberikan pada warga binaan LP. Wirogunan yang terkena masalah NAPZA khususnya yang berasal dari wilayah kota Yogyakarta. Kegiatan Rehabilitasi ini dilakukan di LP dengan melibatkan 20 warga binaan korban napza yang 2-3 bulan lagi akan keluar.

Rehabilitasi ini sengaja diperuntukkan pada napi-napi yang akan keluar dengan tujuan agar mereka bisa kembali membangun hidup dalam masyarakat. Selain rehabilitasi napi, program pendampingan juga diberikan pada keluarga napi napza dengan program Family Support Group. Program ini dipandu oleh konselor NCC. Kegiatan Rehabilitasi ini akan dikembangkan melalui kerjasama teknis dengan Panti Rehabilitasi Pamardi Putro dan Dinas Sosial Propinsi DIY.

3.   Kegiatan media dan informasi.

Kegiatan divisi media dan informasi mengalami pasang surut. Pada awalnya kegiatan ini lebih difokuskan pada penyampaian informasi dan layanan konsultasi melalui station radio. Selama 2 (dua) tahun yakni tahun 2005 dan tahun 2006 NCC bekerjasama dengan station radio Retjo Buntung FM. Dan untuk tahun 2007 ini NCC akan meneruskan program tersebut sekaligus mencoba bekerjasama dengan media cetak lokal. Sekarang ini NCC segara akan bekerjasama dengan Radio Anak Jogja untuk siaran mensosialisasikan tentang segala informasi tentang penyalahgunaan napza.

Media informasi lain yang dilakukan adalah dengan menggunakan even-even sebagaimana Hari Anti Madat Internasional dan even-even pesta pelajar melalui ekspos potensi pelajar dan kader.

abi is agusbudi | Tanya Komputer