Detail Berita
PKK KOTA DEPOK KUNJUNGI RUMAH PEMULIHAN GIZI
24-06-2010

Sebanyak 38 ibu-ibu TP PKK Kota Depok Jawa Barat menyambangi Rumah Pemulihan Gizi, Senin (01/02). Rombongan dipimpin Ketua TP PKK Kota Depok Ibu Hj Nur Azizah Tamhid diterima Ketua TP PKK Kota Jogja Ibu Hj Dyah Suminar beserta pengurus PKK Kota Yogyakarta. Berbagai penghargaan tingkat daerah maupun nasional diraih TP PKK Kota Yogyakarta. Terkini akhir 2009 penghargaan bidang kesehatan Ksatria Bakti Husada Arutala dianugerahkan kepada Ibu Dyah Suminar atas sumbangsihnya di bidang kesehatan. Begitu juga gebrakan baru Rumah Pemulihan Gizi (RPG) merupakan prestasi inovatif TP PKK bersama Pemkot Yogyakarta tahun ini. 
“Prestasi TP PKK Kota Yogyakarta dalam berbagai bidang telah mengusik perhatian kami. PKK Kota Depok terkesan dengan program-program yang dijalankan TP PKK Kota Yogyakarta seperti kampung hijau, sapa anak kos, pengelolaan sampah. Lebih dari itu kami juga ingin belajar dari PKK Kota Yogyakarta tentang Rumah Pemulihan Gizi,” ujar Nur Azizah.
Ibu Dyah Suminar mengatakan, data dari Dinkes Kota Yogyakarta menunjukkan masih terdapat 11 anak yang menderita gizi buruk, 59 anak dengan status gizi kurang dan 157 anak calon gizi buruk, atau sekitar 0,9 persen dari keseluruhan jumlah anak balita. Disamping itu angka kematian balita di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut data WHO, di negara berkembang 19% penyebab kematian balita disebabkan penyakit diare, 18% disebabkan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan penyakit yang berhubungan dengan bayi 1%, serta gizi buruk menyumbang angka kematian terbesar yakni 54%. 
Terkait dengan hal itu Dyah menambahkan, bahwa komitmen dan program-program yang dijalankan, dikonsepkan untuk mendukung tematik pembangunan kota 2010 yaitu Jogja sebagai Kota Sehat dan Nyaman Huni. “Program inovasi kami saat ini adalah pembentukan Rumah Pemulihan Gizi. Dengan RPG diharapkan penanganan gizi buruk akan lebih komprehensif,” jelas Ibu Dyah. 
RPG disamping sebagai rumah perawatan bagi anak balita dengan gizi buruk/kurang, juga dikonsepkan sebagai pusat informasi gizi, dan tempat pendidikan dan pelatihan gizi bagi masyarakat”, tuturnya.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer