Detail Berita
WALIKOTA BACA PUISI, WAWALI PENYULUHAN NARKOBA
04-02-2010

Asa pemuda adalah gambar masa depan
Hati pemuda adalah gerak roda keyakinan masa depan
Darah pemuda adalah aliran semangat gerak ke depan
Tulang putih pemuda adalah landas kokoh keperkasaan menghadapi tantangan ke depan
Masa mencatat .....Masa lalu pemuda Indonesia memberi magna bagi lahirnya Indonesia
Masa kini akankah masa kembali mencatat bahwa pemuda Indonesia memberi magna pula bagi Indonesia ke depan ?
Demikian sepenggal puisi Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, dibacakan sendiri di depan ratusan warga kampung Taman Sari kelurahan Patehan, Kraton belum lama ini (10/11) malam. Puisi berjudul Magna Pemuda ini dibacakan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan yang digelar Balamuda Taman pemuda kampung wisata Taman. 
Puisi Walikota itu mengajak pemuda Indonesia untuk membuktikan keberadaanya dengan peran nyata yang bermagna bagi masyarakat melalui karya nyata. Pemuda jangan hanya sebagai penonton perubahan seperti thermometer, tetapi hendaknya menjadi termostart yang mengatur perubahan itu. Lebih dari itu, pemuda harus menjadi obor yang mampu menerangi dan menjadi suar kehidupan serta mengilhami jiwa bangsa. Dan yang lebih penting pemuda dapat menjadi perekat cita-cita bangsa menorehkan keindahan kebinekaan Indonesia. 
Sementara itu, Wakil Walikota Haryadi Suyuti yang datang lebih awal, mengajak pemuda Indonesia khususnya kaum muda Taman menjauhi narkoba. ”Penyalahgunaan narkoba berakibat fatal bagi penggunanya, lambat laun akan merusak jaringan otak. Jauhilah narkoba dan jangan pernah mencobanya” ajak Haryadi yang juga sebagai Ketua Badan Narkotika Kota Yogyakarta. 
Haryadi menjelaskan data Badan Narkoba Nasional (BNN) 2009 menyebutkan, di kalangan pelajar sampai dengan tahun 2007 tercatat 12.848 pengguna narkoba masih berada pada tingkat Sekolah Dasar (SD), kemudian 110.870 bersekolah di SMP dan SMA. Data secara nasional sampai dengan tahun 2006 - 2007 dari 3,2 juta penyalahguna narkoba di Indonesia adalah 1,1 juta diantaranya pelajar dan mahasiswa dimana 40 persen adalah pelajar SMP, 35 persen siswa SMA dan 25 persen Mahasiswa. 
”Melihat kondisi terebut kami prihatin karena sebagian besar penyalaguna narkoba masih berstatus siswa SD. Mari kita bersama-sama perangi narkoba dengan tidak menggunakan narkoba sampai kapanpun”, tuturnya.(@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer