Detail Berita
Perwal 81/2007 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan
04-02-2010

Di jalan-jalan kampung atau lingkungan banyak ditemui ”polisi tidur”. Munculnya gundukan-gundukan melintang di tengah jalan, kadang terkesan dibuat asal-asalan, menimbulkan ketidak-nyamanan bagi penggunan jalan. Seperti yang dikeluhkan pengirim SMS hp nomor 0856242049XX, jalan-jalan umum dengan seenaknya oleh warga disepanjang jalan dipasangi polisi tidur. Kenapa tidak dipasang peringatan saja. Jalan jadi tidak nyaman, berbahaya, dan bagaimana jika orang sakit harus melewati banyak jendulan di jalan dan apa tidak ada aturan perda tegas tentang itu semua. 
Berkenaan dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Budiono, SH mengatakan untuk mewujudkan ketertiban, keselamatan dan kenyamanan berlalu lintas bagi pengguna jalan, pemkot telah mengeluarkan Perwal Nomor 81 Tahun 2007 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. Sehingga perwal ini diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat. 
Terkait pengadaan/pemasangan pita penggaduh di jalan lingkungan pemukiman, masyarakat dapat mengajukan permohonan ijin ke Dinas Perhubungan di Jln. Magelang 41 telp. 561787. Bagi masyarakat yang telah terlanjur membangun akan dikeluarkan ijin susulan jika pembangunannya telah memenuhi standart ketentuan. 
Perwal 81 Tahun 2007 menjelaskan, pita penggaduh dibangun melintang jalur lalu lintas pada bagian-bagian jalan yang dipandang perlu untuk mengingatkan pengemudi lebih berhati-hati. Lokasi serta pengulangan penempatan pita penggaduh disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas. Bagian pita penggaduh yang menonjol di atas badan jalan maksimum setebal 4 cm dengan jumlah pita penggaduh dalam satu kelompok maksimal 4 batang dan jarak antar pita penggaduh dalam satu kelompok minimal 50 cm. 

Lebih lanjut dijelaskan, perwal tersebut juga menyebutkan tentang berbagai jenis alat pengendali pemakai jalan yakni alat pembatas kecepatan dan alat pembatas tinggi dan lebar kendaraan. Alat pembatas kecepatan berupa peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan dengan lebar minimal 15 cm, tebal maksimum 12 cm berjarak minimal 25 m dari persimpangan dan pengulangan penempatan alat pembatas kecepatan berjarak minimal 100 m serta harus diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih.
Alat pembatas kecepatan ini merupakan kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan kendaraannya dan ditempatkan pada jalan di lingkungan pemukiman, jalan lokal kelas jalan IIIC dan pada jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi. Dan penempatannya dapat didahului dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas.(Ttk)

abi is agusbudi | Tanya Komputer