Detail Berita
LAKUKAN INOVASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN, HERRY ZUDIANTO RAIH PENGHARGAAN SATYA LENCANA
04-02-2010

Komitmen Herry Zudianto terhadap pembangunan di bidang pendidikan mendapat pengakuan secara nasional. Pasalnya Presiden RI memberikan Penghargaan Satya Lencana kepada Herry Zudianto bertepatan dengan HUT ke-63 PGRI di Stadion Tenis Senayan, Jakarta, 2 Desember 2008. Satya Lencana ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada pribadi/seseorang yang dinilai telah berjasa besar terhadap Negara dan Bangsa Indonesia serta pada kepentingan rakyat. 
Berbagai pencapaian dan kebijakan strategis bidang pendidikan yang dilakukan oleh Herry Zudianto semakin mengukuhkan citra Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. Kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta masih menjadi salah satu terbaik di Indonesia. Banyak tokoh dan pemimpin di negeri ini adalah lulusan Yogyakarta. Saat ini Kota Yogyakarta masih eksis mempertahankan julukannya sebagai Kota Pendidikan. Bahkan sektor pendidikan menjadi salah satu andalan penopang lokomotif perekonomian disamping pariwisata.
Mulai tahun 2003, Kota Yogyakarta dibawah kepemimpinan Herry Zudianto merumuskan arah kebijakan pendidikan yang lebih tepat. Kebijakan pendidikan secara umum meliputi dua hal, yaitu peningkatan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan. Penuntasan wajib belajar (wajar) pendidikan dasar sembilan (9) tahun di Kota Yogyakarta juga telah menunjukkan keberhasilannya. Tahun 2004 pernah membuahkan penghargaan Widyakrama dari Departemen Pendidikan Nasional.
Tahun-tahun berikutnya, Herry Zudianto terus melakukan inovasi dibidang pendidikan. Antara lain meliputi Alokasi Anggaran Pendidikan; Anggaran Jaminan Pendidikan; Pembentukan UPTD Jaminan Pendidikan Daerah; Penyediaan Anggaran Operasional; Seleksi Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap; Peningkatan Gizi Siswa; Pengembangan Community College; Penerimaan Siswa Baru Berbasis Teknologi Informasi; Konsultasi Belajar Siswa On Line; 6 Paket Kebijakan Pendidikan; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pengembangan Taman Pintar. 
Bahkan pada APBD 2008 sebanyak 26 % telah dialokasikan untuk pembangunan pendidikan, antara lain untuk program peningkatan akses pendidikan, peningkatan mutu pendidikan serta peningkatan tata kelola akuntabilitas pendidikan. 
Guna mewujudkan tekad “jangan ada penduduk kota yang tidak bersekolah karena alasan biaya” dan tuntaskan “wajib belajar 12 tahun”, Pak Herry mengalokasikan dana APBD 2008 sebesar Rp 18.857.135.000,- (delapan belas milyar delapan ratus lima puluh tujuh juta seratus tiga puluh lima ribu rupiah). Dana sebesar itu dibagikan kepada 19.289 siswa tingkat TK hingga SMA/SMK penduduk kota yang bersekolah di dalam kota maupun di luar kota.(tim)

abi is agusbudi | Tanya Komputer