Detail Berita
Barongsai ”ISAKU IKI” Libatkan Pelaku Seni Lokal
04-02-2010

Dug-dug pyeng...dug-dug pyeng...dug pyeng... suara beduk dan kempyeng mengiringi seekor naga yang berputar-putar marah mengejar bola api. Bersamaan dengan itu, dua singa gunung saling melompat memamerkan bulu dan kelincahan gerak. Sekilas ilustrasi permainan naga barongsai itu dapat dijumpai di Jogja terutama pada event hari besar Cina atau perayaan lainnya. Dan seiring perkembangan jaman kesenian naga barongsai mendapat tempat dihati masyarakat.
Adalah bapak Dul Wahab warga Kemetiran Kidul, Pringgokusuman hingga kini nguri-nguri kesenian naga yang berasal dari negeri tirai bambu itu. Perkumpulan barongsai Isaku Iki yang dipimpinnya mempunyai 62 orang anggota. Mereka ada sebagai pemain, penabuh, maupun pemain cadangan. Para penabuh iringan barongsai ada 6 orang, terdiri dari 2 orang penabuh bedug, 2 orang pemain kempyeng besar, 1 orang kempyeng kecil dan seorang pemukul kentongan. Pemain yang paling banyak ada pada naga karena selain berat juga membutuhkan tenaga yang banyak. Terlebih untuk permainan ho pak (naga murka) minimal harus dimainkan 9 orang dan tergantung jumlah stik (gagang pada naga), dan pemain cadangan masing-masing stik 2 orang, serta pemain pada kepala dan ekor ada 4 orang cadangan.
Bapak Dul Wahab yang biasa dipanggil Li Mo Tong mengatakan, permainan naga liong barongsai dengan kelincahan singa gunung membutuhkan waktu kira-kira 30 menit. Ada juga permainan hyong gun (naga tidur), ho pak (naga murka), para penanggap bisa menginginkan durasi hingga 1 jam, namun kami perlu istirahat dan nantinya diteruskan, karena permainan ini sangat menguras tenaga,” katanya.
 Perkumpulan naga barongsai Isaku Iki pimpinan bapak Dul Wahab sangat mengedepankan disiliplin, ini terlihat dari sikapnya yang tegas. Sebagai misal bagi anggota diundang dua kali tidak hadir, dipastikan tidak boleh mengikuti pentas. Hal ini dilakukan agar kualitas permainan yang disuguhkan dapat maksimal. Dikatakan, untuk memaksimalkan permainan, selain disiplin dia terjun langsung memainkan atraksi pedang sesuai ketrampilan yang dimiliki. Ada beberapa kepercayaan dari negara asalnya, bahwa siapa yang memberikan angpao, maka segala masalah akan mendapatkan kelancaran, tuturnya. 
Bagi masyarakat yang ingin menanggap permainan kesenian barongsai tidak harus membayar mahal, cukup menjemput dan menghantar serta memberikan angpao secukupnya. Alamat perkumpulan barongsai Isaku Iki adalah di Kemetiran Kidul GT II / 818, Pringgokusuman, hp. 7480053.(and) 

abi is agusbudi | Tanya Komputer