Detail Berita
The Magnificent of Batik : DAHSYATNYA WARISAN BUDAYA INTANGIBLE
04-02-2010

2 Oktober 2009 UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) mengukuhkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia (World Heritage) di Paris Perancis. Pengukuhan karya budaya suatu negara menjadi warisan budaya dunia merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan UNESCO mendorong pengenalan, perlindungan dan pemeliharaan budaya serta warisan alam dari masing-masing negara di seluruh dunia. Pengukuhan Warisan Budaya Dunia ini diatur dalam Konvensi International (The General Conference of UNESCO) yang ditandatangani di Paris pada 17 - 21 November 1972 (World Heritage Convention). 
Jenis batik yang dikukuhkan sebagai world heritage adalah batik tulis dan bukan batik printing, karena jenis batik printing juga diproduksi di beberapa negara lain sedangkan batik tulis hanya diproduksi di Indonesia. 
Sebagai wujud syukur atas batik asli budaya Indonesia ditetapkan oleh UNESCO sebagai world heritage, Pemkot Yogyakarta berupaya mengabadikan dalam sebuah monumen batik di kawasan nol kilometer Jogja, Jumat pagi (02/10). Walikota Yogyakarta, Paguyuban Pecinta Batik Sekarjagat dan masyarakat Yogyakarta bersama-sama melakukan pencanangan monumen yang akan mampu menunjukkan kepada dunia bahwa batik memang asli milik bangsa Indonesia. Juga akan mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk melakukan gerakan mengenal, mencintai dan membanggakan batik. 
Motif batik khas Jogja “Semen Rama” nantinya akan pada monument ini. Motif ini menyiratkan makna yang menyimbolkan delapan ajaran keutamaan bagi seorang raja atau pemimpin yang dikenal dengan asta brata, (indra, yama, surya, sasi, bayu, dana, pasa dan agni). Makna ini dapat diartikan antara lain indra brata (seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat seperti hujan yaitu senantiasa mengusahakan kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam setiap tindakannya dapat membawa kesejukan dan penuh kewibawaan). Sedangkan yama brata (seorang pemimpin hendaknya meneladani sifat-sifat Dewa Yama, yaitu berani menegakkan keadilan menurut hukum atau peraturan yang berlaku demi mengayomi masyarakat). 
Monumen ini diharapkan mampu menjadi sebuah manifestasi betapa dahsyatnya warisan budaya intangible yang kita miliki, karenanya "The magnificent of batik" diangkat sebagai temanya. Nilai kearifan warisan budaya yang tersirat dalam suratan selembar kain batik menunjukkan betapa tingginya peradaban yang telah kita capai. Proses pembuatan batik yang berjenjang menuju selembar cita yang mengagumkan juga bisa dimaknai sebagai filosofi manusia dalam upaya meningkatkan derajat spiritualnya sehingga menjadi manusia yang siap “hamemayu hayuning bawana” sebuah nilai universal yang harus dijunjung tinggi oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini. 
“The Magnificent of Batik” yang diharapkan akan membawa kabar tentang sebuah karya budaya yang mewujud batik, yang berhasil merebut perhatian dunia karena segala yang melekat padanya merupakan ajaran tingkat tinggi tentang keindahan yang dianugerahkan oleh Sang Maha Indah secara turun temurun.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer