Detail Berita
PEMKOT LAKSANAKAN DIKLAT PENGOLAHAN SAMPAH MANDIRI
04-02-2010

Kader pengolahan sampah memiliki tugas mulia berjuang memerangi sampah. Manusia dalam kegiatan sehari-hari tanpa sadar telah merusak lingkungan dikarenakan sampah yang dihasilkan. Maka mau tidak mau kita harus memiliki komitmen bersama untuk memperbaiki lingkungan. Semua elemen masyarakat di kota Yogyakarta tak ada alasan untuk tidak berpartisipasi. Demikian sambutan Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Hadi Mochtar, SE, MM saat membuka Diklat Kader Pengolahan Sampah Mandiri yang berlangsung di Aula Jogja Fish Market, beberapa waktu lalu (22/10) yang diselenggarakan Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. 
Ditambahkan oleh Hadi Mochtar, dalam rangka pelestarian lingkungan, pemkot menggalakkan program pelestarian alam dengan cara melakukan daur ulang sampah dan pembuatan lubang resapan biopori. "Diharapkan setelah kegiatan ini nantinya para kader mempelajari materi, menerapkan dilingkungannya, dan setelah berhasil dapat menyebarkan ilmunya kepada warga sekitar", tambah Hadi Mochtar. 
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala BLH Kota Yogyakarta, Ir Suyana, mengatakan, TPA Piyungan kini mulai tidak memadai lagi untuk menampung sampah yang dikirimkan dari daerah sekitarnya. Untuk mengurangi volume sampah yang masuk, harus mulai digiatkan pemilahan sampah. Yogyakarta tidak memiliki TPA, maka sejak tahun 2008 diharuskan 50 % penduduk sudah harus mulai melakukan pemilahan sampah mandiri. ”Istilah membuang sampah hendaknya diganti menjadi menaruh sampah, karena istilah menaruh cenderung lebih pada tempatnya. Perilaku masyarakat menjadi lebih modern dengan cara menaruh sampah. Dan para kader ibarat menjadi pintu konsultasi wilayah untuk keberhasilan kegiatan ini", tutur Suyana.
Diklat pengolahan sampah dilaksanakan 2 tahap. Hari pertama dengan 100 peserta yang berasal dari LPMK dan PKK, sedangkan hari ke dua dengan sasaran kepala sekolah, guru dan siswa.(byu)

abi is agusbudi | Tanya Komputer