Detail Berita
Pemkot Alokasikan Bantuan Musibah Kebakaran
19-10-2007

Setiap warga tidak menginginkan terjadinya musibah kebakaran menimpa tempat tinggalnya. Namun bila peristiwa kebakaran terjadi diluar kemauan dan kemampuan,  maka kewajiban kita meringankan beban korban musibah kebakaran. Untuk itu Pemkot Yogyakarta dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mengalokasikan dana berupa bantuan bagi warga kota yang mengalami musibah kebakaran. Pelaksanaan bantuan musibah kebakaran diatur oleh Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 82 Tahun 2005 ditetapkan pada 16 Agustus 2005, tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Bantuan Kepada Masyarakat Terkena Musibah Kebakaran di Kota Yogyakarta.

Bantuan diberikan kepada warga yang mempunyai bangunan rumah berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga, dikecualikan rumah yang sudah diasuransikan. Bantuan hanya diberikan  kepada korban yang betul-betul mengalami kebakaran diluar faktor kesengajaan, bukan pada kebakaran yang diakibatkan  huru-hara massa.

Selain itu Pemkot  Yogyakarta juga memberi bantuan kerugian berupa biaya rawat jalan dan rawat inap kepada korban peristiwa kebakaran, biaya pemakaman bagi korban yang meninggal dunia.  (Rincian besaran bantuan dilihat di tabel).

PROSEDUR PENGAJUAN BANTUAN.

  1. Warga masyarakat yang mengalami musibah kebakaran melaporkan peristiwa kebakaran ke Kantor Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Kebakaran (PMPK) Kota Yogyakarta / Kantor Kelurahan setempat.
  2. Kantor PMPK / Kelurahan meneruskan laporan warga tersebut kepada Tim Pemberian Bantuan Musibah Kebakaran Kota  Yogyakarta (Tim terdiri dari Badan Pengelola Barang Daerah, Dinas Kesejahteraan Sosial, Kantor Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Kebakaran, Badan Pengelola Kuangan Daerah, Bagian Pengendalian Pembangunan, dan  Bagian Hukum)
  3. Tim Pemberi Bantuan Musibah Kebakaran  melakukan peninjauan lapangan ke lokasi kebakaran untuk mengetahui dan menentukan taksasi besarnya kerugian dan status bangunan yang terbakar.
  4. Bantuan harus sudah diberikan kepada warga yang terkena musibah kebakaran selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah dilakukan taksasi hasil peninjauan lokasi. 

RINCIAN BANTUAN MUSIBAH KEBAKARAN

Warga masyarakat yang memiliki rumah dengan klasifikasi rumah permanen, apabila mengalami peristiwa kebakaran dimungkinkan mendapat bantuan keuangan setinggi-tingginya Rp. 5.500.000,00   ( lima juta lima ratus ribu rupiah ) dengan rincian taksiran kerugian sebagai berikut:

NO

TAKSIRAN KERUGIAN( Rp.)

BESARNYA BANTUAN SETINGGI-TINGGINYA ( Rp.)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

1,00          s/d 1.50.000,00

1.500.001 s/d 3.500.000,00

3.500.001 s/d 5.500.000,00

5.500.001 s/d 7.500.000,00

7.500.001 s/d 9.500.000,00

9.000.001 s/d  keatas

1.000.000,00

2.500.000,00

3.000.000,00

4.500.000,00

5.000.000,00

5.500.000,00

Warga masyarakat yang memiliki rumah dengan klasifikasi rumah semi permanen, apabila mengalami peristiwa kebakaran dimungkinkan  mendapat bantuan keuangan setinggi-tingginya Rp. 4.000.000,00 ( empat juta rupiah ) dengan rincian taksiran kerugian sebagai berikut :

NO

TAKSIRAN KERUGIAN

( Rp.)

BESARNYA BANTUAN SETINGGI-TINGGINYA ( Rp.)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

1,00          s/d 1.50.000,00

1.500.001 s/d 3.500.000,00

3.500.001 s/d 5.500.000,00

5.500.001 s/d 7.500.000,00

7.500.001 s/d 9.500.000,00

9.000.001 s/d  keatas

750.000,00

2.000.000,00

2.500.000,00

3.000.000,00

3.500.000,00

4.000.000,00

Warga yang memiliki rumah dengan klasifikasi bukan permanen, apabila mengalami peristiwa kebakaran dimungkinkan mendapat bantuan musibah  kebakaran setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,00 ( tiga juta rupiah ) dengan rincian  taksiran kerugian sebagai berikut :

NO

TAKSIRAN KERUGIAN

( Rp.)

BESARNYA BANTUAN SETINGGI-TINGGINYA ( Rp.)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

1,00          s/d 1.500.000,00

1.500.001 s/d 3.500.000,00

3.500.001 s/d 5.500.000,00

5.500.001 s/d 7.500.000,00

7.500.001 s/d 9.500.000,00

9.000.001 s/d  keatas

500.000,00

1.000.000,00

1.500.000,00

2.000.000,00

2.500.000,00

3.000.000,00

 

BANTUAN KORBAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN MENINGGAL

Bantuan  biaya rawat jalan untuk korban akibat kebakaran rumah, akan diberikan sebesar tagihan  rekening biaya rumah sakit dengan syarat, menunjukan  bukti kuitansi pelunasan pembayaran pengobatan dari rumah sakit atau besarnya bantuan setinggi-tingginya Rp. 500.000,00       ( lima ratus ribu rupiah ). Korban rawat inap diberikan bantuan sebesar tagihan rekening biaya rumah sakit yang merawat, dengan syarat menunjukan bukti pembayaran atau kuitansi dari rumah sakit yang merawat. Besarnya bantuan diberikan  setinggi-tingginya  Rp. 1.500.000,00 ( satu juta lima ratus ribu rupiah ). Sedangkan bagi korban yang meninggal dunia akibat bencana kebakaran para ahli waris akan diberikan bantuan biaya pemakaman sebesar Rp. 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah ).

Dalam memberikan bantuan kepada korban bencana kebakaran,  Pemerintah akan lebih memprioritaskan pada keluarga yang kurang mampu ( miskin ) dan warga masyarakat lain yang tercatat sebagai  pelanggan listrik Perusahan Listrik Negara (PLN) di Wilayah Kota Yogyakarta dengan kode R1 (450 - 2.200 watt) dan bangunannya tidak diasuransikan.

abi is agusbudi | Tanya Komputer