Detail Berita
RESMIKAN KLINIK KONSULTASI BERHENTI ROKOK
03-02-2010

klinikmerokok

 

RESMIKAN KLINIK KONSULTASI BERHENTI ROKOK

Dyah Suminar : pegawai pemkot harus memberi contoh tidak merokok

Sebanyak 18 puskesmas se-Kota Yogyakarta saat ini membuka unit layanan baru berupa konsultasi berhenti merokok bagi masyarakat setempat. Unit layanan ini diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Hj Dyah Suminar di Puskesmas Mergangsan, Kamis (12/11). Layanan ini kerja sama Pemkot dengan Quit Tobacco Indonesia (QTI) Fakultas Kedokteran UGM sebagai upaya peringatan masyarakat terkait bahaya merokok.
Dalam sambutannya Dyah Suminar mengungkapkan bahwa berdirinya fasilitas klinik ini untuk melayani masyarakat yang ingin berhenti merokok dan diharapkan juga dibarengi gerakan bebas rokok di masyarakat. Dijelaskan, sebagian besar para perokok sebenarnya ingin berhenti merokok tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Ironisnya banyak perokok yang tidak tahu apa efek merokok terhadap kesehatan, seberapa bahayanya, maka klinik ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Pegawai pemkot harus memberi contoh dengan memulai gerakan tidak merokok saat jam kerja atau saat rapat. Dan masyarakat khususnya kalangan pemuda untuk tidak meminta sponsorship kegiatan kepemudaan seperti olahraga dari perusahaan rokok. Wong kegiatan menyehatkan kok sponsornya rokok ..", kata Dyah Suminar.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dr. Choirul Anwar, M.Kes mengatakan, unit ini menyediakan ruang konsultasi dan menempatkan satu dokter untuk melayani konsultasi bagi masyarakat yang berhenti merokok. Dari tiga dokter yang bertugas di setiap puskesmas salah satunya bertugas melayani konsultasi berhenti merokok. Layanan konsultasi berhenti merokok dilakukan setiap hari pada jam kerja. Pembukaan klinik konsultasi berhenti merokok diharapkan memberi manfaat masyarakat dan bisa menurunkan angka perokok di Kota Yogyakarta sekaligus untuk mendukung program Kota Sehat 2010, tutur Choirul.
Dalam acara launching klinik konsultasi berhenti merokok, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada Kelurahan Keparakan atas keberhasilannya menjalankan program kelurahan bebas asap rokok. Secara simbolis Ketua TP PKK Kota Jogja memasang poster ”toleransi kepada perokok pasif” menandai peresmian gardu smoking area Kelurahan Keparakan.(byu) 

abi is agusbudi | Tanya Komputer