Detail Berita
Dyah Suminar : pemilik kos/pondokan harusnya sering menyapa anak kos
01-02-2010

Penyalahgunaan narkoba oleh pelajar secara nasional tercatat lebih dari 3,7 juta pemakai, 1,1 juta diantaranya pelajar dan mahasiswa. (12.848 pelajar SD, 110.870 pelajar SMP/SMA - data Badan Narkotika Nasional). Melihat data tersebut tentunya bagi pemilik kost atau pondokan di Kota Yogyakarta, tanggap dan lebih memperhatikan pergaulan anak kostnya. Menurut Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Ibu Hj.Dyah Suminar, Sebuah hal kecil namun cukup berarti, dapat dilakukan dengan sering menyapa anak kostnya. Berawal adanya perhatian pemilik kos diharapkan mampu mengubah pola pikir negatif anak-anak kos menjadi bertanggungjawab, disamping dukungan adanya peraturan kos yang harus jelas. 
Demikian terungkap dalam acara Buka Puasa Bersama Kos Krisis Center (KCC), BNK (Badan Narkotika Kota), dan TP PKK Kota Yogyakarta, bertempat di pendopo Balaikota, belum lama ini (31/08). Dalam buber tersebut juga diadakan talkshow pembinaan pelajar dan mahasiswa antisipasi masalah napza, yang mendatangkan ustadz Munif Tauhid. Hadir pada kesempatan itu Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Ketua RT/RW, LPMK, pengurus PKK Kelurahan, para ibu kos dan anak-anak kos di Kota Yogyakarta.
Pada kesempatan ini, Ketua BNK Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan, Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar atau kota pendidikan, sampai sekarang julukan terhadap citra positif tersebut tidak hilang. Rasanya akan sedih jika tercoreng oleh adanya pergaulan anak muda atau pelajar yang mengarah ke hal negatip. Seperti pergaulan bebas lawan jenis, masalah penyalah gunaan narkoba, dan sebagainya. Apalagi banyak pelajar Jogja yang bukan masyarakat asli alias ngekos yang dikenal dengan anak kos. 
“Adanya gerakan Mitra Keluarga, Program Sapa Anak Kos semoga bisa mengurangi penyalahgunaan narkoba da mempersempit ruang geraknya. Karena untuk mengatasi narkoba tidak cukup hanya dengan operasi namun lebih penting adalah adanya kebersamaan mencegah dan mengurangi pertumbuhan”, tandas Haryadi.
Lebih lanjut dikatakan, dari kenyataan yang ada, tidak hanya dihimbau pemilik kost atau pondokan saja yang menjaga, tetapi introspeksi atau kesadaran diri para pelajar adalah hal utama untuk menjaga pergaulannya dari narkoba, katanya.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer