Detail Berita
Cara Pembuatan Sumur Resapan
19-10-2007

Agar tidak terjadi genangan di sekitar halaman kita, setidaknya 85 persen air diatasnya harus dapat meresap ke tanah. Secara alami tanah halaman dapat menyerap curah air hujan. Sumur resapan akan mengurangi sumbangan bencana banjir dengan mengurangi sumbangan run off air hujan.

Ke bawah tanah, resapan air dalam sumur resapan merembes ke lapisan tanah yang disebut sebagai lapisan tidak jenuh di mana tanah (dari berbagai jenis) masih bisa menyerap air, kemudian masuk menembus permukaan tanah (water table) di mana di bawahnya terdapat air tanah yang terperangkap di lapisan tanah yang jenuh. Air tanah inilah yang dikonsumsi penduduk yang bertempat tingggal di atasnya.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk lahan pekarangan, persyaratan umum yang harus dipenuhi ialah :

  1. sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam, atau labil.
  2. sumur resapan  juga dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum satu meter dari fondasi bangunan.
  3. bentuk sumur itu sendiri boleh bundar atau persegi empat, sesuai selera. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah.
  4. air yang masuk ke dalam tanah adalah air yang tidak tercemar
  5. harus memperhatikan peraturan daerah setempat.
  6. hal-hal yang tidak memenuhi ketentuan ini harus disetujui instansi yang berwenang.

Persyaratan teknis sumur resapan lainnya ialah :

  1. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.
  2. Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah lebih besar atau sama dengan 2,0 cm per jam (genangan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam).
  3. Jarak penempatan sumur resapan air hujan terhadap bangunan.
  4. No

    Jenis Bangunan

    Jarak

    SPAH (m)

    1

    Sumur air bersih

    3

    2

    Pondasi bangunan

    1

    3

    Resapan tangki septik

    5

  5. Untuk penutup sumur dapat digunakan, misalnya, pelat beton bertulang tebal 10 cm dicampur dengan satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil. Dapat digunakan juga pelat beton tidak bertulang tebal 10 cm dengan campuran perbandingan yang sama, berbentuk cubung dan tidak diberi beban di atasnya. Dapat digunakan juga ferocement (setebal 10 cm). Adapun untuk dinding sumur bagian atas dan bawah dapat digunakan bis beton. Dinding sumur bagian atas dapat menggunakan batu bata merah, batako, campuran satu bagian semen, empat bagian pasir, diplester dan diaci semen. Sedangkan pengisi sumur dapat menggunakan batu pecah ukuran 10-20 cm, pecahan bata merah ukuran 5-10 cm, ijuk, serta arang.
  6. Pecahan batu tersebut disusun berongga. Untuk saluran air hujan, dapat digunakan pipa PVC berdiameter 110 mm, pipa beton berdiameter 200 mm, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 mm.

Konsultasi teknis sumur resapan (gratis), hubungi Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta, Phone (0274 - 515867)

abi is agusbudi | Tanya Komputer