Detail Berita
MANTAN ATLET TEKUNI KESENIAN BARONGSAI
01-02-2010


Guratan ototnya masih tampak kencang mencerminkan atlet handal. Di usia senja, lelaki bertubuh sedang ini tidak mau menggantungkan nasib pada anak-anaknya. Dia memimpin perkumpulan kesenian yang berasal dari negeri tirai bambu. Sebut saja Dul Wahab atau dikenal dengan Li Mo Tong, kelahiran Yogyakarta 12 November 1932. Lelaki berusia 77 tahun ini memiliki perkumpulan Naga Liong Barongsai sejak tahun 1991. Kelincahan gerakan barongsai tidak dimiliki oleh perkumpulan lain karena gerakannya berbasis pencak silat, yang mengandalkan kelenturan tubuh dan permainan senjata pedang.
 Dul Wahab kecil digembleng orangtuanya seni gerak pencak silat. Bahkan pada Agustus tahun 1957 dia mewakili Indonesia maju ke Cekoslovakia, Hongaria, Polandia, Rusia sebagai duta dengan misi kebudayaan. Diceritakan, semenjak kemerdekaan RI, mbah Dul sebagai utusan pencak silat yang pertama, waktu itu Indonesia mengirimkan 4 pesilat terbaiknya, diantaranya M. Jumali, Risidi, Dul Wahab dan Suhadah dari Bandung.
Mantan karyawan Dinas P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan) Prop. DIY mengatakan, sebelum tahun 1962 pencak silat masih merupakan bidang seni, setelah ada Menteri Pemuda dan Olahraga, pencak silat sebagai cabang olahraga. Sejak itu semangat olah raganya berkurang, karena kaidah-kaidah pencak silat mulai luntur. “Atlet pencak silat sekarang, untuk mendapatkan poin sikapnya ada yang kick boxing, sikap tinju, karate, disinilah kaidah itu mulai hilang. Waktu dulu pencak silat lebih mengandalkan kelenturan tubuh dan hal itu yang menunjukkan ciri khas dari pencak silat itu sendiri,” kata pria yang tingal di Kemetiran Kidul GT II / 818, Pringgokusuman.
 Dul Wahab mulai meninggalkan silat tahun 1963, dan menekuni kesenian barongsai, karena dapat mengekspresikan gerakan pencak silat yang dimiliki. Meski saat itu kesenian dari negri tirai bambu dilarang pemerintah, namun tidak menghalangi kecintaannya pada barongsai. “Sejak pensiun tahun 1991, saat itu juga mendirikan kesenian liong dan barongsai yang diberi nama Isaku Iki, dengan peralatan yang dia usahakan sendiri dari uang pensiun”, tutur Dul Wahab yang memiliki 6 anak, 9 cucu, dan 1 cicit ini. Li Mo Tong atau Dul Wahab berharap, pemerintah dapat mempertahakan dan menjembatani kesenian ini agar lebih dikenal di masyarakat luas.(and)

abi is agusbudi | Tanya Komputer