Detail Berita
Walikota : UKM Yang Kuat Sebagai Pondasi Ekonomi Rakyat
19-10-2007

Bertempat di Hotel Sahid Raya Solo, Jumat (3/8) dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, juga antara PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Nota kesepahaman bersama (MoU) Program Kemitraan Usaha Kecil antara PT. Perusahaan Gas Negara dan Pemkot Yogyakarta ditandatangani  oleh Direktur Keuangan PT. Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso dan Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto.

Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto dalam sambutannya mengemukakan bahwa Pemkot Yogyakarta menyambut baik dan siap bermitra, karena hal ini merupakan karya nyata dengan niat keberpihakan kepada mereka yang memang membutuhkan dari sisi ekonomi. Disamping itu berkaitan Corporate Social Responsibility (CSR) dimana perusahaan/lembaga atau instansi bisnis mempunyai tanggungjawab sosial terhadap lingkungan bisnisnya. Sebagai perusahaan yang cukup besar, Perusahaan Gas Negara juga mempunyai tanggungjawab atau kewajiban  sosial.  "Tugas negara adalah mensejahterakan masyarakatnya, tiada kata lain dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi. Namun demikian pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan ekonomi akan menimbulkan suatu ketimpangan/kesenjangan antara perusahaan besar dan kecil/mikro. Pemerataan ekonomi bisa menjadi kenyataan kalau memang ada penguatan UKM.  UKM yang kuat baik dari sisi modal, skill/teknologi, manajerial maupun sisi marketingnya akan menjadi pondasi ekonomi. UKM yang kuat akan mendorong terjadinya pemerataan ekonomi", demikian disampaikan Walikota.

Lebih lanjut dikemukakan oleh Walikota, bahwa Pemkot menyambut gembira karena program ini juga langsung dipadukan ‘linkmatch' dengan pariwisata. Lokomotif ekonomi Yogyakarta adalah pariwisata dan pendidikan. Bila kedua sektor tersebut berkembang maka sektor-sektor lain sebagai gerbongnya akan mengikuti. Pariwisata, merupakan sektor jasa perindustrian yang menyebar cepat dan mudah sekali, juga sebagai sektor  yang padat karya.  Berbicara pariwisata dapat dari hotel berbintang hingga losmen kecil, dari makanan di hotel bintang lima hingga lesehan, dari sisi transportasi dari bus ac hingga becak atau andong, sehingga pelakunya menjadi banyak dan menyerap banyak tenaga kerja. Kota Yogyakarta sendiri dasarnya bukan ekonomi besar tetapi UKM, sehingga UKM sebagai landasan utama perkembangan ekonomi.

Sementara itu Hendi Prio Santoso, dalam sambutannya mengemukakan  PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) merupakan BUMN yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi. PGN telah menjalankan program kemitraan dan bina lingkungan sejak tahun 1992, dengan jumlah dana tersalur sebesar Rp. 91,1 Milyar dengan rincian Rp. 69,7 M untuk program kemitraan dan 20,4 M untuk Bina Lingkungan. Ke depan PGN berkomitmen untuk melaksanakan upaya pengembangan UKM sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya. 

Secara terpisah, Kabag. Kerjasama Setda Kota Yogyakarta Ir. Aman Yuriadijaya, MM, mengemukakan MoU ini baru tahap awal dari penyusunan kerjasama berkaitan dengan kemitraan UKM. Karena sifatnya MoU sehingga masih ada beberapa tataran  teknis yang perlu dipertajam dan beberapa hal dikomunikasikan dengan Legislatif sebelum masuk ke perjanjian kerjasama. Penandatanganan MoU ini nantinya kalau sudah mengarah ke perjanjian kerjasama tentunya  masyarakat UKM Kota Yogyakarta dapat memanfaatkan dana ini dengan relatif murah untuk pengembangan usahanya. Sebagai UKM binaan dari Perusahaan Gas Negara yang bergerak di bidang jasa pariwisata, selain  mendapat kucuran dana  nantinya masih mendapatkan dukungan berupa tersedianya display pemasaran di berbagai hotel yang ada di kota Yogyakarta.

abi is agusbudi | Tanya Komputer