Detail Berita
GELAR SIAGA PENGAMANAN MALIOBORO
17-11-2009

Keramahan, rasa hormat dan simpati merupakan ciri masyarakat Yogyakarta. Oleh karenanya keramahan itu harus terlihat di sepanjang kawasan legendaris Malioboro. Demikian ungkap Wakil Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam apel siaga Gelar Pengamanan Lebaran Malioboro, bertempat di Taman Parkir Abubakar Ali belum lama ini (16/9). Apel siaga ini diikuti oleh unsur Poltabes, Kodim, Kantor Linmas dan PBK, Dinas Perhubungan, Dinas Ketertiban, UPT Malioboro, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup dan Komunitas Malioboro
Haryadi mengungkapkan, bahwa Yogyakarta termasuk dalam Kota Pariwisata yang menjadi tujuan utama para wisatawan lokal maupun domestik pada setiap libur lebaran. Maka pemkot telah membentuk UPT Malioboro untuk memelihara kawasan tersebut yang sekarang ini banyak dikeluhkan warga, seperti bau tak sedap dan masalah tarif parkir. Dijelaskan, bahwa komunitas Malioboro wajib ikut aktif berusaha mewujudkan kebersihan, ketertiban dan keamanan. Keamanan bukan saja bebas dari tindakan kriminal tetapi juga suasana yang nyaman. “Saat berbelanja para wisatawan harus merasakan kenyamanan, misal harga yang wajar dan kualitas barang yang baik, sehingga wisatawan tidak kapok dan bahkan meningkat dari tahun ke tahun”, tuturnya.
Tanda pengenal hendaknya selalu dipakai sehingga para wisatawan mengenali para pedagang dan tidak merasa resah saat terjadi transaksi, imbuh Wawali, menyempatkan berdialog dengan perwakilan komunitas Malioboro.
Dalam apel tersebut Wawali secara simbolis memasang kantong kotoran kuda pada andong wisata dan pemkot memberikan kantong kotoran kuda kepada 150 pemilik andong wisata. Kegiatan ini merupakan program “bersahaja” (kebersihan dan kesehatan harus kita jaga).(byu)

abi is agusbudi | Tanya Komputer