Detail Berita
WALIKOTA DISANDERA, TERORIS MINTA TEBUSAN 2 MILYAR
17-11-2009

Walikota_Terorist 
 
Sekelompok teroris menyamar sebagai wartawan menyandera Walikota Jogja Herry Zudianto ketika sedang memberikan statement saat melakukan wawancara di Balaikota, Rabu (02/09). Kehadiran para teroris yang tak disangka itu cukup mengagetkan para tamu yang di balikota. Teroris berhasil menguasai dan membawa Walikota dengan todongan senjata. Mereka mengancam akan membunuh walikota dan menuntut uang tebusan sebesar 2 milyar rupiah. Teroris juga mengancam dalam waktu 30 menit akan melakukan peledakan Balaikota.
Dalam situasi yang serba sulit para pejabat yang berada di Balaikota segera melakukan antisipasi dan pencegahan perkembangan situasi. Komandan Kodim 0734 segera melaporkan kejadian ke Danrem, dan Kapoltabes Yogyakarta segera melaporkan kejadian ke Kapolda. Tim koordinasi yang terbentuk dengan cepat melakukan negosiasi dan berupaya membebaskan Walikota dari penyanderaan serta menyusun strategi pembebasan sandera. Namun negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil. 
Dalam waktu sangat singkat Pasukan Anti Teror Satuan Brimob Polda DIY segera melakukan penyergapan, pembebasan sandera dan penjinakan bom. Pasukan desk Anti Teror Kodim melaksanakan pengamanan pada tempat yang dimungkinkan digunakan sebagai jalur pelarian penyelamatan diri. Teroris berhasil dilumpuhkan dan sandera berhasil dibebaskan. Pasukan anti teror pun segera melanjutkan penjinakan dan sterilisasi komplek Balaikota. Bom berhasil dijinakkan dan diledakkan oleh tim Jihandak Pasukan Anti Teror Sat Brimob Polda DIY. Walikota Jogja berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa harta benda. 
Kejadian di atas merupakan bagian dari skenario simulasi penyanderaan Walikota Yogyakarta yang digelar di halaman Balaikota dalam acara ”Temu Bersama Elemen Masyarakat Kota Yogyakarta Untuk Cegah Tangkal Dan Antisipasi Aksi-Aksi Terorisme”.
Walikota Yogyakarta Herry Zudianto pada kesempatan itu mengatakan, ketahanan nasional merupakan tanggungjawab seluruh masyarakat, bukan hanya TNI, Polri dan Pemerintah saja, baik pada tingkat nasional maupun sampai ke wilayah kelurahan dan lingkungan kita. Menurut Herry, untuk mencegah radikalisme dan terorisme dapat dilakukan dengan mengembangkan dan memupuk sikap berjamaah dan kebersamaan. Adanya kebersamaan yang kuat, menurutnya, benih radikalisme akan sulit untuk tumbuh dan berkembang.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer