Detail Berita
SALAM WALIKOTA : Deteksi Dini Virus H1 N1 Flu Babi
10-11-2009


Dalam sebulan terakhir ini beberapa kota di Indonesia termasuk wilayah DIY, sibuk menangani virus H1 N1 atau flu babi. Untuk Kota Yogyakarta, kami berharap warga menyadari akan serangan virus tersebut dan tidak perlu panik mensikapi kasus ini. Meski di wilayah kota sudah ada pasien yang terdeteksi kena virus ini. Yang penting masyarakat bisa melakukan tindakan preventif secara dini dengan melakukan dan menjaga kebersihan diri dan lingkungannya semaksimal mungkin. Menjaga kebersihan diri bisa mulai dari tindakan terkecil seperti mencuci tangan sebelum makan dan sesudah beraktivitas, menggunakan etikan ketika bersin dan batuk dengan cara menutup mulut dan tindakan lainnya.
Selain tindakan preventif, deteksi dini terhadap gejala serangan virus tersebut juga harus dipahami masyarakat. Karena dengan deteksi dini maka penyebaran virus dapat diminimalisir dan serangannya dapat diatasi secepat mungkin. Kecepatan kita dalam bertindak sangat menentukan dalam penanganan penyakit ini. Beberapa tanda flu babi yang mudah dideteksi masyarakat seperti demam tinggi hingga 38° celcius disertai batuk pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah, diare dan diikuti sesak napas.
Pemkot Yogyakarta membentuk tim gerak cepat atau disebut district survilance officer (DSO) yang dilatih secara khusus melakukan penanganan dini terhadap pasien H1 N1 di wilayah Kota Yogyakarta. Ada dua orang Dinkes Kota Jogja yang ditunjuk menjadi koordinator DSO ini dan membina 18 survilance yang ditempatkan di 18 Puskesmas di Kota Jogja dan 56 survilance yang disebar di 45 kelurahan se kota. Melalui tim ini, deteksi dan penanganan dini terhadap flu babi di setiap kelurahan bisa dilakukan secepat mungkin sehingga kasus tersebut bisa ditangani semaksimal mungkin.
Untuk penanganan dini, di setiap Puskesmas di Kota Jogja juga telah kita sediakan 100 tablet tamiflu yang siap diberikan kepada pasien yang terdeteksi flu babi. Bahkan di setiap rumah sakit di Yogyakarta persediaan tamiflu sangat cukup sehingga masyarakat tak perlu kuatir akan kekurangan obat tersebut.(ss)

abi is agusbudi | Tanya Komputer