Detail Berita
KAMPUNG RAMADHAN POTENSI IKON WISATA RELIGIUS
10-11-2009

Ada hikmah di bulan suci ramadhan yaitu menginspirasi Pemkot Yogyakarta untuk mengembangkan pasar jajanan menjelang buka puasa menjadi potensi ikon wisata religius. Saat ini sudah ada 3 pusat jajanan menjelang buka yang sudah lama berjalan mapan, yaitu di Kauman, Jogokaryan, Krapyak dan yang terkini di Nitikan. Demikian terang Walikota Jogja, Herry Zudianto ketika membuka kampung ramadhan di wilayah Sorogenen Nitikan Umbulharjo belum lama ini (22/08). 
Berbagai ragam menu makanan, minuman dan jajanan digelar sepanjang jalan Sorogenen yang oleh warga dipopulerkan dengan Jalur Gaza (Jajanan Lauk Sayur Gubug Ashar Zerba Ada) rencananya akan buka selama 29 hari (22 Agustus -19 September). Semua makanan, minuman dan jajanan merupakan hasil olahan warga setempat. 
Menurut Walikota kalau kampung ramadhan bisa mencapai sekitar 7 hingga 10 titik, layak dijual sebagai salah satu ikon baru dari Kota Jogja. ”Tidak menutup kemungkinan masyarakat akan menjadikan kampung ramadhan ini sebagai sebuah pariwisata religius”, katanya. Herry yang merasa senang dengan adanya pasar ramadhan menjelang buka puasa ini, lebih lanjut menambahkan, kalau ingin menjadikan kampung ramadhan sebagai ikon baru maka harus diciptakan atau direkayasa ciri-ciri khas yang lebih unik dan perlu dibentuk sebuah komunitas.
Ketua panitia kampung ramadhan Fachrudin AM mengatakan, kampung ramadhan di wilayah Nitikan ini merupakan pertama kali diadakan. Kegiatan yang diprakarsai takmir masjid Muthohirin ini bertujuan memberdayakan masyarakat di sekitar masjid, serta menyemarakkan bulan suci ramadhan terutama penyediaan menu buka puasa maupun saur.(@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer