Detail Berita
PAGUYUBAN ONTHEL RABUK YUSWA DUKUNG SEGO SEGAWE
24-09-2009

    Aktivitas bersepeda sudah lama dilakukan warga kampung Minggiran. Mereka setiap Minggu pagi mengunjungi obyek wisata dan pasar tradisional yang ada di Jogja dan sekitarnya. Kegiatan ini sempat pasang surut, namun belakangan ini peminat bersepeda mengalami peningkatan signifikan. Hal inilah menginspirasi pembentukan paguyuban penghobi bersepeda mingguan tersebut. Alhasil di kampung Minggiran, Mantrijeron terkoordinir dalam “Paguyuban Onthel Rabuk Yuswa (PORY)”. Paguyuban ini juga mewadahi pesepeda kampung sekitarnya, seperti Suryodiningratan, Mangkuyudan, Jagakaryan, dan Kumendaman.
    Menurut ketua paguyuban, Sudarto, paguyuban ini bersifat independen, terbuka,  kekeluargaan, gotong-royong dan guyub rukun. “Kami tidak bergantung dengan kelompok apapun, siapa saja boleh bergabung dan menjalin persaudaraan. Tidak ada sekat agama, suku, golongan dan ras”, jelas Darto. Ditambahkan, paguyuban ini berprinsip menciptakan hidup sehat (rabuk yuswa, nyenyeger saliro lan ndangir sukma), ngirit ora ngorot-orot lan nggampangke laku, hemat energi, ikut mengerem laju polusi udara isu global warming
    Obyek yang pernah mereka kunjungi  seperti makam Imogiri, pasar Turi, Pandak, nJodog, Gumulan, Bantul Kota, dan beberapa  pasar di Yogyakarta. Saat ini PORY mempunyai anggota tidak kurang dari 100 orang dengan berbagai jenis dan model sepeda. Seperti sepeda onta, jengki, wandu, dan sepeda gunung. Berbagai merek sepeda diantaranya Gazelle, Simplex, Batavus, Fongers, Packart, Bigers, Teha, Humber, Phillips, Hertog, Hercules, Releigh, Gryscha, BSA, Snell, Dunelt, Magnet, Royal, Rudge, Roadstar, Phoenix, Federal, Polygon, dan Wimcycle. ”PORY mendukung program pemkot mengkampanyekan kebiasaan bersepeda untuk sekolah dan bekerja atau yang lebih dikenal dengan sebutan  sego segawe”, ujar Sudarto.@mix

abi is agusbudi | Tanya Komputer