Detail Berita
SMA BODA JOGJA GELAR LOMBA SEGO SEGAWE
24-09-2009

Program Sego Segawe (sepeda kanggo sekolah dan nyambut gawe) itu bukan nostalgia namun antisipasi ke depan untuk mengurangi polusi. Bersepeda ke sekolah berarti menunjukkan cintanya kepada Jogja dan alam. Demikian disampaikan Walikota  Jogja Herry Zudianto ketika membuka Lomba Sego Segawe yang diselenggarakan SMA Bopkri 2 Kota Jogja,  baru-baru ini (26/07).
Lebih lanjut Herry mengingatkan kepada siswa yang menggunakan sepeda ke sekolah untuk tidak minder. Bersepeda ke sekolah bukanlah gambaran anak jadul tapi justru merupakan anak gaul yang visioner, karena mengetahui apa yang dibutuhkan bumi ini ke depan. “Bersepeda ke sekolah berarti menunjukkan kepedulian siswa terhadap alam dan lingkungannya”, tuturnya.
Ke depan lingkungan menghadapi tantangan yang sangat besar dalam persoalan lingkungan. Pemakaian kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi dan merusak lingkungan bisa dikurangi dengan penggunaan sepeda ke tempat kerja, tambah Herry.
    Samuel Sunu Nugroho, salah seorang panitia mengatakan, Lomba Sego Segawe ini merupakan pertama kali yang diadakan oleh SMA Bopkri 2. Pesertanya ada sekitar 30 siswa dari SMP, SMA dan SMK se-Kota Jogja. ”Para peserta diwajibkan menjawab pertanyaan dari panitia di setiap pos yang ada. Pertanyaannya seputar pengetahuan umum dan kreativitas siswa”, katanya. Lomba Sego Segawe bertujuan untuk membiasakan siswa bersepeda dan mengenalkan pola hidup sederhana dengan sepeda. Keluar sebagai Juara Favorit SMP Negeri 3 Jogja, sedang Juara I, II, III dan Harapan I serta Harapan II, berturut-turut diraih SMK Perindustrian, SMK Negeri 5 Jogja, SMP Muhamadiyah 8 Jogja dan SMP Bopkri 3 Jogja serta SMP Negeri 5 Jogja.(tim)

abi is agusbudi | Tanya Komputer