Detail Berita
TUNGKU HIBRIDA KREASI WARGA JETIS
24-09-2009

Memasak menggunakan tungku dengan bahan bakar arang masih dilakukan oleh sebagian warga masyarakat, namun untuk menyalakan tungku arang kadang masih kerepotan. Berawal dari sinilah Basuki Setia Budi, warga Jetis Pasiraman Kec Jetis merekayasa  sebuah “Tungku Hibrida” lebih bersih, hemat tenaga manusia, tenaga bahan bakar penyulut serta lebih sehat dari asap dan jelaga.
Singkatnya tungku hibrida ini merupakan perpaduan kompor listrik dan arang kayu, yakni menambahkan kumparan kawat nikelin diatas tungku arang kayu. Jika kumparan kawat nikelin dialiri listrik maka akan membara dan membakar arang kayu sebagai bahan bakar utama. Kumparan nikelin yang dipasang di tungku adalah kumparan seperti yang biasa di pasang pada  kompor listrik, solder listrik atar setrika listrik.
Kumparan nikelin yang juga disebut elemen nikelin atau filamen nikelin ini dibuat dengan jalan menggulung kawat nikelin dengan bantuan sebatang isi ballpoint plastik, kumparan dibuat serapat mungkin. Untuk membuat kumparan ini diperlukan kawat nikelin dengan diameter 0,15/0,20/0,25 mm atau sering disebut dengan kawat 15, 20 dan 25. Untuk menyalakan kumparan nikelin sehingga bisa membakar arang diperlukan sumber daya listrik dengan menggunakan trafo. Untuk kumparan nikelin 0,15 dan 0,20 mm diperlukan trafo 1A (Ampere)/2 x (15-30)CT. Untuk kumparan nikelin 0,25 mm diperlukan trafo 3A/2x (20-30)CT. Panjang nikelin yang diperlukan, untuk kumparan nikelin 0,15 adalah 0,5 meter, 0,20 = 3/4 meter dan kumparan 0,25mm diperlukan kawat nikelin panjang 1 meter, tahanan yang dipakai sekitar 20-35 Ohm.
Untuk memperoleh daya yang diperlukan akan lebih baik dengan menaikkan tegangan daripada mengecilkan tahanan. Diameter 0,15mm adalah batas terkecil diameter kawat yang bisa digunakan, jika lebih kecil kumparan akan mudah putus dan sulit menggulungnya. Sedangkan kawat nikelin dengan diameter 0,25mm adalah diameter terbesar yang bisa digunakan. Jika diameter kawat nikelin lebih besar dari 0,25 mm maka akan mengakibatkan pemborosan listrik karena untuk menyalakan filamen nikelin memerlukan arus yang lebih besar.
Untuk menyalakan arang kayu, filamen harus menyala atau membara, selanjutnya jika arang kayu sudah menyala tegangan listriknya diturunkan hingga menjadi hampir setengahnya. Juga bisa membuat dua kumparan yang dapat diubah sambungannya menjadi paralel untuk menyalakan arang kayu (penyulut) kemudian dirubah menjadi seri untuk penghangat masakan lewat sebuah saklar.
Menyalakan tungku hibrida yang pertama perlu dilakukan adalah menutup lobang-lobang anglo terutama di seputar filamen dengan arang yang lebih kecil tetapi jangan terlalu rapat. Selanjutnya taburilah filamen dengan arang yang lebih kecil atau sama sehingga tertimbun rata, barulah arang yang lebih besar. Setelah filamen dialiri arus maka filamen akan terbakar dan membakar arang yang menimbunnya, pada saat ini dikipasi agar lebih cepat menyala. Kipas yang digunakan bisa kipas angin kecil atau kipas angin tangan biasa juga bisa. Selanjutnya bisa digunakan untuk merebus atau memasak.
Bagi masyarakat Kota Yogyakarta yang ingin menggali lebih lanjut Tungku Hibrid, hubungi Bpk. Basuki Setia Budi, Jl Jetis Pasiraman 38 Yogyakarta. Telpon : 0274-9179314l.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer