Detail Berita
APBD 2007 Pemkot Kucurkan Rp. 4,15 Miliar Untuk PMTAS
19-10-2007

Usia sekolah merupakan masa peralihan dari anak menjadi dewasa dimana terjadi pertumbuhan fisik, mental dan emosional yang sangat cepat, sehingga memerlukan pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat agar kelak menjadi remaja dan dewasa yang produktif. Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) bertujuan menanamkan kebiasaan makan yang baik serta hidup bersih dan sehat sejak anak-anak yang didukung oleh sanitasi lingkungan yang baik. Selain itu untuk mendorong peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan anak dengan memperhatikan keadaan gizi dan kesehatannya. Diharapkan juga dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam pelaksanaan PMTAS sehingga apabila bantuan pemerintah selesai, masyarakat mau dan mampu melestarikan PMTAS atas swadaya masyarakat sendiri.

Tahun 2007 Pemerintah Kota Yogyakarta mengucurkan dana APBD sebesar 4.158.000.000,- rupiah untuk program ini. PMTAS tidak hanya diberikan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) namun juga untuk anak Taman Kanak-Kanak (TK) baik negeri maupun swasta. Adapun jumlah Hari Makan Anak (HMA) sebanyak 108 hari dalam setahun. Jumlah ini ada peningkatan dibanding tahun 2006 lalu yang menghabiskan dana 3.352.500.000,- rupiah, dengan sasaran penerima sebatas siswa SD / MI dan HMA 100 hari setahun. Peningkatan tersebut mempertimbangkan adanya peningkatan jumlah sasaran, harga makanan kudapan, dan jumlah HMA.

PMTAS diutamakan bagi siswa yang berada di daerah miskin sesuai kriteria yang ditetapkan daerah yaitu sekolahan minimal 50% siswanya termasuk kriteria miskin. Depkes RI mengatur PMTAS baru sebatas untuk siswa SD, namun kebijakan Pemkot Jogja sasaran PMTAS tidak hanya siswa SD saja tetapi juga bagi siswa TK. Jumlah siswa penerima PMTAS sebanyak 14.900 siswa SD/MI dan 8400 siswa TK. Sedangkan harga satuan makanan sesuai patokan sebesar Rp. 1750,- untuk siswa SD dan Rp. 1500,- untuk siswa TK.

Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dr. Fita Yulia K, M.Kes mengatakan, "PMTAS dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan fisik siswa sebagai bagian dari upaya perbaikan gizi dan kesehatan sehingga dapat mendorong minat dan kemampuan belajar siswa".

"Pemberian makanan dilakukan pada jam istirahat pertama sebagai pengganti sarapan. Karena seperti diketahui anak sekolah dari keluarga kurang mampu biasanya tidak sarapan pagi. Makanan setiap harinya bervariasi, diberikan sebanyak 2 macam dan minimal mengandung 5 gram protein dan 300 kalori. Agar memenuhi gizi yang sesuai standar, tidak boleh memakai pemanis buatan dan zat pewarna. Supaya dapat terkontrol baik pengelolaan diserahkan ke sekolah dan disarankan makanan tersebut tidak dibeli di pasar," tutur Fita.

PMTAS ini dilaksanakan oleh Forum PMTAS Kota Yogyakarta yang terdiri dari unsur Bappeda, Dinas Kesehatan (Puskesmas),  Dinas Pendidikan (UPT Pengelola SD dan Pengawas TK/SD), TP PKK Kota, dan Kandepag. Forum PMTSA dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS), Tim Pangan dan Gizi (TPG) tingkat Kota dan tingkat Kecamatan.

abi is agusbudi | Tanya Komputer