Detail Berita
PENERIMAAN SISWA BARU DI KOTA YOGYAKARTA
08-06-2009

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah negeri tahun ajaran 2009/2010 tetap akan diberlakukan sistem online. Seleksi berdasarkan nilai hasil ujian nasional (UNAS) untuk masuk SMA/SMK dan hasil ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) untuk masuk SMP. Sedangkan penerimaan siswa baru di sekolah swasta, diberikan kebijakan untuk membuka penerimaan siswa baru lebih awal atau lebih akhir dari proses penerimaan di sekolah negeri. 
Sistem online selama ini dinilai lebih transparan karena seleksi hanya didasarkan peringkat nilai UAN/UASBN. Bahkan panitiapun tidak bisa melihat anak siapa yang mendaftar kecuali melalui peringkat nilai. Dengan sistem online asal mempunyai nilai bagus semua mendapat kesempatan yang sama. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs. Syamsury, MM di Balaikota beberapa waktu lalu. 
 Dikatakan, mulai tahun ini ada perlakuan khusus bagi siswa pemegang KMS. Pemkot akan memberikan kuota khusus untuk sekolah negeri se-Kota Yogyakarta. Bagi siswa dari keluarga miskin pemegang KMS akan diberikan kuota khusus masuk SMP, SMA maupun SMK negeri. Secara khusus pula pemkot akan memprioritaskan mereka dengan sistem seleksi khusus yang juga dilakukan secara online sebelum seleksi reguler. Seleksi bagi siswa KMS ini juga dilakukan dengan standard yang berbeda dengan sistem regular (non KMS). 
Sementara untuk jenjang TK dan SD, tidak akan diberlakukan sistem kuota bagi pemegang KMS maupun penduduk luar Kota Yogyakarta. Hal itu dikarenakan daya tampung SD dan TK masih sangat tinggi. 
 Pada jenjang SMP kuota 25 persen untuk siswa KMS, 55 persen untuk non KMS penduduk Kota Yogyakarta dan 20 persen untuk penduduk luar Kota Yogyakarta dari daya tampung yang ada. Dari 16 SMP Negeri yang ada tersedia daya tampung sebanyak 3.132 bangku bagi siswa baru. Dengan begitu kuota untuk warga miskin sebanyak 800 bangku lebih. 
 Sedangkan untuk SMA diterapkan kuota 10 persen bagi siswa KMS, 60 persen untuk siswa non KMS penduduk Kota Yogyakarta dan 30 persen bagi siswa penduduk luar Yogyakarta. Dengan daya tampung sebanyak 2.556 bangku tersebar di 11 SMA Negeri di Kota Yogyakarta. Pada jenjang ini kuota bagi siswa KMS sebanyak 256 kursi. Sementara siswa KMS juga diberikan kuota sebanyak 20 persen di 7 SMK Negeri. Sedangkan siswa non KMS penduduk Kota Yogyakarta diberikan kuota 80 persen. Daya tampung SMK Negeri sebanyak 3.260 kursi sehingga kuota untuk warga miskin sebanyak 727 kursi.

abi is agusbudi | Tanya Komputer