Detail Berita
RW O4 PAKUNCEN ADAKAN PELATIHAN SESORAH DAN PRANATACARA
08-06-2009

Penggunaan bahasa jawa khususnya kromo hinggil saat ini sepertinya banyak ditinggalkan terutama oleh kalangan muda. Banyak anak muda yang tidak bisa sama sekali menggunakan bahasa jawa halus dalam percakapan sehari-hari. Hal ini berimbas pada sedikitnya orang yang bisa dan mau menjadi pembawa acara khususnya pada perhelatan acara tradisional jawa (pranoto acoro). Kepiwawaian seorang pranoto acoro dalam membawakan suatu runtutan acara akan membuat suatu acara, khususnya acara tradisional semakin indah dan kental nuansa jawanya.
Berangkat dari keprihatinan ini warga RW 04 Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan mengadakan pelatihan Sesorah dan Pranatacara untuk mengkader warganya menjadi seorang pembawa acara dengan menggunakan bahasa jawa. Menurut Ketua RW 04 Pakuncen, Zilzalan, HS, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan bahasa jawa dan menumbuhkan minat menggunakan bahasa jawa dengan baik dan benar. Juga adanya rasa keprihatinan akan keterbatasan/sedikitnya warga yang mampu sesorah (pidato dalam bahasa jawa) dan sebagai pranatacara dalam berbagai kegiatan atau acara. Disamping itu juga menciptakan kebiasaan dalam pertemuan menggunakan bahasa jawa yang baik dan benar. 
Pelatihan yang diikuti oleh warga RW 04 sebanyak 15 orang terdiri pengurus RW dan perwakilan masing-masing RT, PKK RW / RT, dilaksanakan setiap hari Senin malam pukul 20.00 - 22.00. Materi yang disampaikan meliputi teori dan praktik sesorah dan pranata cara, kaweruh basa krama hinggil, teori dan praktik menggunakan busana jawa, macapat, penjelasan mengenai acara-acara adat Jawa. “Dengan jumlah 15 orang ini, bila sudah mampu membawakan sesorah dan mampu menjadi pranatacara yang baik dan benar, tentunya akan menjadi asset yang sangat berguna, khususnya bagi warga RW 04 dan wilayah Pakuncen pada umumnya,” jelas Zilzalan.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer