Detail Berita
WARGA GEDONGKIWO BUDIDAYA IKAN MAS KOKI
08-06-2009

Ikan mas koki memang unik, tubuhnya bulat kepala kecil ekor lebar menjadi salah satu primadona ikan hias air tawar. Bentuknya yang gendut lucu sehingga banyak dikoleksi penggemar ikan hias. Disamping itu pemeliharaannya juga mudah dan harga terjangkau. Banyak permintaan dari penghobi, membuat ikan koki laris di pasaran. Sehingga budidaya ikan mas koki menjadi sebuah usaha yang menguntungkan, demikian kata Sunaryadi (36) warga Gedongkiwo, yang halaman rumahnya sejak sebelas tahun lalu membudidayakan ikan mas koki. “Keuntungannya lumayan, ikan disini diburu penghobi dari Magelang, Semarang, Sragen hingga Tangerang. Mereka berani membeli dengan harga tinggi,” tuturnya. 
Lokasi budidaya milik Sunaryadi yang tergabung dalam “Mondolan Jogjakarta Goldfish Community” tepatnya di kampung Gedongkiwo, MJ I, No. 1071 Kota Yogyakarta. Di tempat itu dibudidayakan ikan mas koki mulai dari pembenihan hingga pembesaran. Proses pemijahan tidaklah rumit, induk ikan mas koki dipilih yang bagus dan sehat, berumur + 6 bulan dengan ukuran minimum sebesar telur itik. Ciri induk yang bagus berkepala kecil tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
Ikan mas koki pejantan dan betina dipisah sebelum memulai pemijahan. Pemijahan bisa dilakukan tiga bulan sekali dan dapat dilakukan di akuarium atau kolam bersih dengan air yang telah diendapkan + 24 jam. Kemudian letakkan eceng gondok atau jumput tali plastik untuk melekatkan telurnya. Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan ke dalam bak pada sore hari. Induk diambil dari satu ekor betina dan tiga ekor pejantan yang usianya sama. Biasanya proses pemijahan terjadi pada waktu subuh, prosesnya sangat cepat hanya sekitar 2 hingga 3 jam. Keesokan harinya telur sudah menempel pada akar enceng gondok. Induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan berikutnya, karena telur tidak perlu dierami, dan juga agar telur tidak dimakan induknya.
Sekali pemijahan induk dapat menghasilkan telur 2000 - 3000 butir. Setelah 2 hingga 3 hari telur menetas, kemudian hari ke 3 benih dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring. Setelah 15 hari benih dicoba diberi makan cacing rambut/cacing sutra disamping masih diberi kutu air. Hingga benih mampu makan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan. Setelah bibit berumur 2 bulan anakan ikan tersebut disortir menjadi tiga kelas kualitas, yaitu rendah, menengah dan super. “Bisanya kualitas super hanya berkisar 10 ekor, dijual bervariasi dari harga Rp 50.000/ekor hingga Rp 1 juta/ekor. Untuk kualitas menengah sekitar 200 ekor, dijual Rp 20.000/ekor hingga Rp 50.000/ekor. Sedangkan kualitas rendah dijual seharga Rp 1.000/ekor”, tutur Sunaryadi. 
Tips memelihara ikan mas koki menurut Sunaryadi, memerlukan air yang bersih dan sirkulasi harus lancar. Kolam sebaiknya diberi filter, agar oksigen dapat terpenuhi juga diperlukan aerator. Pemberian makan berlebihan tidaklah baik karena air menjadi keruh sehingga tumbuh bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan ikan mas koki sakit dan mati. 
Ikan mas koki jangan dicampur dengan ikan jenis lain yang agresif terutama ikan-ikan kecil yang suka memburu makanan atau parasit yang menempel di tubuh ikan mas koki. Jika ikan yang terinfeksi sebaiknya dipisahkan untuk perawatan khusus. Untuk mengganti air lakukan sedikit demi sedikit, air lama disisakan 30 persen selebihnya diisi air baru. Dengan cara pemeliharaan yang tepat disertai ketekunan dapat diharapkan penghasilan yang lumayan.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer