Detail Berita
Awas ... Semua Kecamatan Terdapat Penderita DBD
18-10-2007

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, tahun 2006 berjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kota Yogyakarta. Hampir di tiap kecamatan terdapat penderita DBD, bahkan di beberapa wilayah terdapat kasus kematian akibat terjangkit DBD tersebut. Untuk itu, pada tahun 2007 diharapkan masyarakat lebih waspada agar kasus DBD tidak terjadi lagi apalagi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr Choirul Anwar, M.Kes. ”Tahun 2006 ada 893 penderita DBD dari seluruh wilayah kecamatan di Kota Yogyakarta, bahkan 7 diantaranya meninggal dunia. Peta penyebaran DBD merata hampir di tiap kecamatan. Untuk itu masyarakat diminta waspada terhadap berjangkitnya kembali wabah DBD, sehingga tidak akan menjadi kejadian luar biasa (KLB)”. Lebih lanjut dijelaskan, ”wilayah yang banyak terjangkit DBD adalah Kelurahan Sorosutan ada 50 penderita disusul Kelurahan Warungboto 37 penderita dan Kelurahan Ngampilan 37 penderita. Sedangkan yang paling sedikit penderitanya di wilayah Kelurahan Suryatmajan ada 3 penderita dan Kelurahan Bener 4 penderita. Namun bila dibandingkan dengan jumlah penduduk per kelurahan maka yang tertinggi angkanya adalah Kelurahan Cokrodiningratan, dengan Insiden Rate (IR) 45,4 penderita per 10.000 penduduk dan Kelurahan Giwangan IR 43 penderita per 10.000 penduduk, terangnya.
Choirul berharap, memasuki musim hujan yang telah berlangsung akhir-akhir ini, masyarakat diminta lebih waspada terhadap berjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Walaupun secara umum pada bulan Desember 2006 tidak terjadi peningkatan jumlah penderita, namun demikian kewaspadaan masyarakat terhadap DBD perlu ditingkatkan. ”Berdasarkan data yang ada, biasanya peningkatan jumlah penderita DBD akan terjadi pada saat musim hujan”, imbuh Choirul.
Memasuki musim hujan ini Dinas Kesehatan Kota meningkatkan pengamatan penyakit (surveilans) DBD baik melalui kerja sama dengan unit-unit pelayanan kesehatan rumah sakit, puskesmas, klinik-klinik maupun menghimpun informasi masyarakat melalui Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk mengetahui sesegera mungkin adanya penderita DBD di masyarakat. Juga warga masyarakat di semua wilayah kelurahan harus waspada terhadap DBD terutama yang memiliki IR lebih dari 20/10.000 penduduk.
Lebih lanjut dikatakan Choirul, wilayah kelurahan terutama yang Insiden Rate nya melampaui 20 antara lain Kelurahan Karangwaru, Ngampilan, Wirobrajan, Patangpuluhan, Gedongkiwo, Notoprajan, Kadipaten, Ngupasan, Kotabaru, Bausasran, Mantrijeron, Brontokusuman, Sorosutan, Prenggan, Warungboto, Pandean, Tahunan dan Mujamuju. Adapun peta penyebaran penderita DBD di Kota Yogyakarta tahun 2006 sebagai berikut : wilayah yang terdapat lebih dari 30 penderita : Ngampilan, Wirobrajan, Gedong Kiwo, Brontokusuman, Sorosutan, Warungboto, Tahunan dan Baciro. Wilayah yang terdapat 15 – 29 penderita : Karangwaru, Cokrodiningratan, Tegalrejo, Bumijo, Pringgokusuman, Notoprajan, Kadipaten, Patangpuluhan, Suryodiningratan, Mantrijeron, Keparakan, Prawirodirjan, Ngupasan, Purwokinanti, Bausasran, Klitren, Demangan, Mujamuju, Pandean, Giwangan dan Purbayan. Wilayah yang terdapat 1 -14  penderita meliputi : Kricak, Bener, Pakuncen, Terban, Gowongan, Kotabaru, Sosromenduran, Suryatmajan, Tegalpanggung, Gunungketur, Patehan, Panembahan, Semaki, Rejowinangun, dan Prenggan. Sementara itu, wilayah yang terjangkit DBD dan terdapat kasus kematian meliputi : Tegalrejo 1 kasus kematian, Bumijo 1, Gowongan 1, Ngampilan 1, Notoprajan 1, Ngupasan 1, dan Demangan 1 kasus.

abi is agusbudi | Tanya Komputer