Detail Berita
KERAJINAN BAMBU LIBATKAN IBU-IBU
26-05-2009

    Krisis moneter beberapa tahun lalu membawa dampak buruk pada usaha kerajinan, tak terkecuali kerajinan bambu yang berada di wilayah Prawirodirjan. Satu diantaranya adalah KT Handy Craft yang beralamatkan di Prawirodirjan GM2/665 Gondomanan, Yogyakarta. Krisis keuangan tidak menyurutkan Kelik Tananto mengembangkan usahanya untuk bangkit kembali.
Bermula tahun 1999 mengelola aneka macam kerajinan berbahan dasar kulit, kemudian beralih pada kerajinan dengan bahan bambu menjadi pilihannya. Disamping itu juga mengelola kerajinan lain, seperti pigura kertas, tas kertas, kerajinan dari tempurung dan masih banyak lagi. Mancung (kelopak bunga kelapa) yang selama ini dianggap kurang berguna, ditangan Kelik dapat dipadu dengan bambu, sehingga menjadi kerajinan yang bermanfaat.
Ketika pesanan mengalir, pria lajang ini mempekerjakan warga sekitar rumah tinggalnya sehingga mereka mendapatkan penghasilan tambahan. ”Pada saat banyak pesanan, dengan 5 karyawan yang ada, saya juga memberdayakan warga sekitar, terutama ibu-ibu untuk pekerjaan yang ringan-ringan, seperti menggulung kertas, membuat bahan dasar pigura kertas dan merakitnya”, tutur pria lulusan IKIP ini. Berbagai kerajinan hasil seperti hiasan pojok, replika buah, taplak meja, pigura bambu dan tempurung sampai kap lampu kombinasi bambu, mancung dan kulit mentah. ”Kami tidak terpancang hanya satu macam kerajinan saja, tetapi berbagai jenis kerajinan juga  kami layani. Bila hanya satu macam, nanti hasil kerajinan tidak ngetren lagi maka akan jatuh. Namun kerajinan bambu menjadi prioritas karena mudah dikombinasikan dengan kerajinan jenis lain dan paing laris”, katanya.
Kelik menceritakan, beberapa tahun lalu dirinya mendapatkan order dari seorang warga Amerika berupa dekorasi replika buah dengan total nilai 125 juta. Dia merasa khawatir apakah mampu mengerjakan pesanan itu dengan 5 karyawan yang ada. Namun dengan melibatkan warga sekitar terutama ibu-ibu yang lebih telaten dalam pengerjaannya, ternyata order tersebut dapat terpenuhi tepat waktu, ungkap pria rambut cepak ini..
    Kelik berharap, kerajinan bambu yang dibinanya dapat memberdayakan warga sekitar terutama para pemudanya dan kerajinan berbahan bambu ini dapat menjadi penggerak ekonomi, di wilayahnya. ”Apabila semua bahan baku dapat dipasok dari wilayah sekitar kota Yogyakarta, dan pengerjaannya dari bahan dasar sampai bahan jadi, dapat dikerjakan diwilayahnya, niscaya derajat ekonomi warga akan semakin meningkat,” paparnya. Bila warga menginginkan kerajinan bambu dapat menghubungi Kelik Tananto Handy Craft, HP : 081 6426 6571.(and)

abi is agusbudi | Tanya Komputer