Detail Berita
PADAT KARYA PRODUKTIF DI KOTA : PEMERINTAH ALOKASIKAN DANA 4 MILYAR
26-05-2009

Meminimalisir dampak krisis global, APBN alokasikan dana Rp. 4 milyar untuk kegiatan padat karya produktif di Kota Yogyakarta. Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Sri Mulyatiningsih mengatakan, Dana sebesar itu akan disalurkan ke kelurahan-kelurahan berdasarkan pengajuan proposal dari kelurahan. “Proposal yang masuk kita proses dan seleksi mana yang paling memenuhi persyaratan. Nanti akan ada identifikasi potensi, pemantapan lokasi, sekaligus memilih perencanaan jenis usaha. Bila program kegiatan sesuai akan segera kami kucurkan dananya”, ujar Bu Mul sapaan akrabnya.
Dikatakan, pada tahun 2009 ini dana sebesar Rp. 4 milyar tersebut terbagi dalam 21 paket kegiatan. Sehingga tidak semua 45 kelurahan di kota akan mendapatkan dana padat karya produktif ini.  “Seleksi akan dilakukan secara ketat, hanya yang potensinya memenuhi syarat kegiatan bisa dibiayai dengan dana ini”, terangnya.
Sesuai petunjuk dari pusat, program ini diperuntukkan bagi warga Kota Yogyakarta setengah penganggur, penganggur ataupun para korban PHK. Anggota kelompok usaha diutamakan pencari nafkah utama di keluarga serta terdaftar sebagai pencaker (memiliki kartu kuning).  
    Dipaparkan lebih lanjut oleh Bu Mul, Kegiatan padat karya produktif yang dilaksanakan ini harus berkelanjutan menjadi kegiatan usaha produktif dan dapat memberikan nilai tambah bagi kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan. Program padat karya produktif ini per paket terdiri dari 80 orang pekerja dengan upah perangsang kerja sebesar Rp.35.000,- per hari. Dalam waktu 40 hari kegiatan padat karya ini diharapkan dapat terbentuk 1 kelompok wirausaha baru yang terdiri dari 10 orang. Jadi seluruhnya akan terbentuk sebanyak 21 kelompok wirausaha baru.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer