Detail Berita
Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Dinas Dan Umum
19-10-2007

Mengawali kegiatan Uji Emisi Gas Buang yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, mobil  dinas  Walikota, Wakil Walikota dan Ketua DPRD Kota Yogyakarta dilakukan pengujian. Dari hasil uji emisi ketiga mobil ini dinyatakan lulus karena berada di bawah  baku mutu emisi standar yang ditetapkan,  yakni untuk bahan bakar minyak (BBM) maksimal 4,5 persen dan bahan bakar gas 3,0 persen untuk CO dan HC baku mutu emisi maksimal 1200 ppm.

 Hasil uji emisi  yang didapat, mobil dinas Walikota AB 1 A  tahun pembuatan 2004 mengandung kadar  emisi CO sebesar 0,01 persen dan HC 0,30 ppm. Mobil dinas Wakil Walikota AB 2 A tahun pembuatan 1997, CO 0,15 dan HC 95. Sedangkan  mobil dinas Ketua DPRD Kota Yogyakarta  AB 4 A,  CO 0,15 persen  dan HC 275 ppm. Uji emisi dilanjutkan mobil dinas para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah jajaran pemkot.

Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto  mendukung sekali kegiatan ini dan berharap agar semua masyarakat dapat mendukung terciptanya  kondisi lingkungan dan udara yang bersih dengan menjaga lingkungan dan kendaraan masing-masing. Dikatakan ada dua hal yang menjadi perhatian semua warga Yogyakarta dan sekitarnya yakni bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan  mutu gas buang kendaraan yang mempengaruhi kondisi udara di Yogyakarta. Untuk itu Walikota menghimbau semua elemen masyarakat harus peduli terhadap lingkungan. Menurut Walikota, sebagai dukungan terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan hijau di Yogyakarta, tema hari ulang tahun Kota Yogyakarta tahun 2007 ini adalah tentang lingkungan hidup. "Hal ini agar masyarakat tergugah untuk tetap melestarikan lingkungan dengan menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan masing-masing" imbuh Walikota.

Untuk meningkatkan kualitas udara yang bersih Walikota berkeinginan agar Pertamina membackup bensin non timbal sebagai bukti komitmennya. "Pertamina juga harus membackup bensin non timbal. Apalagi bahan bakar minyak sudah tidak disubsidi lagi," ungkap Walikota.  Untuk memantau kadar timbal bahan bakar, Walikota meminta instansi teknis untuk mengambil sampel di SPBU yang ada di kota Yogyakarta. "Kalau ada timbalnya maka saya akan meminta ke Gubernur untuk mengirim surat ke Pertamina," tambah Walikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Ir. H. Hadi Prabowo melaporkan  kegiatan spot chek atau uji petik kendaraan  bermotor akan dilakukan di 20 lokasi yang tersebar di wilayah kota Yogyakarta dengan target 1000 buah kendaran bermotor roda 4 dan 2.  Tujuannya adalah melakukan evaluasi terhadap kualitas gas buang kendaraan bermotor yang ada di Kota Yogyakarta. Pelaksanaan uji emisi akan dilakukan sekali seminggu, mulai bulan Juli minggu pertama sampai dengan Nopember 2007.

Hadi Prabowo menambahkan, lokasi uji emisi kendaraan dinas dilaksanakan di Balaikota  dan di halaman Dinas Lingkungan Hidup, Jl. Bimasakti. Kendaraan milik siswa dilakukan di 6 sekolah dan milik mahasiswa di 4 kampus yang ada di kota Yogyakarta. Sedangkan untuk kendaraan masyarakat umum dilaksanakan di beberapa ruas jalan depan Balaikota, Jendral Sudirman, Kusumanegara, Sultan Agung, Bugisan, Ahmad Yani dan Jl. Solo.

abi is agusbudi | Tanya Komputer