Detail Berita
DIPOWINATAN KAMPUNG PARIWISATA : KEMBANGKAN POTENSI SOSIOKULTUR
14-04-2009

Dipowinatan masuk wilayah Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, warganya tak henti berkreasi dan berbenah diri menciptakan suasana unik dan khas layaknya sebuah kawasan wisata. Secara spesifik Dipowinatan dikondisikan sebagai kampung wisata dengan pangsa pasar dari Eropa khususnya Eropa Timur terutama Cheko dan Slovakia. Namun kedepan akan merambah untuk kawasan Asia dan Australia. Upaya pengembangan tersebut telah dirintis dengan membuka akses terhadap Travel Agent diberbagai negara tersebut, demikian dikatakan Sigit Istiarto, Ketua Paguyuban Kampung Wisata Kota Jogja.

Dikatakan, hasil interview dengan wisatawan/tamu yang berkunjung ke Dipowinatan, rata-rata mereka mengatakan “sangat berkesan dan menikmati sekali“. Mereka merasa memperoleh pengalaman batin yang tidak pernah mereka dapatkan ditempat lain selama melakukan perjalanan wisata diberbagai negara yang dikunjungi.

Potensi yang dikembangkan kampung Dipowinatan adalah suasana dan sosiokultur masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari. Tidak semata-mata menyajikan benda/barang antik bernilai historis atau panorama yang indah serta kesenian dan kulinernya. Tapi lebih pada format garapan dengan target suasana hati wisatawan, sehingga setiap pribadi para tamu merasakan kepuasan dan memperoleh pengalaman batin yang lain dari pada yang lain. Seperti paket Blusukan, Berkunjung di sebuah keluarga jawa yang lengkap dengan tata cara dan busana tradisi maupun kulinernya, terang Sigit.

            Juga ada paket Reality Life yaitu sebuah interaktif untuk menyelami sekaligus menikmati rutinitas kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, dan paket The Enjoy With Cultur yaitu paket menikmati suasana dalam sebuah pentas atraksi kesenian yang bernuansa nilai-nilai tradisi.Dengan paket wisata seperti itu, kampung Dipowinatan semakin banyak mengalami kemajuan terutama dalam hal jumlah kujungan. Data dari PWD (Paguyuban Warga Dipowinatan) sebuah lembaga kemasyarakatan yang menaungi seluruh warga kampung setempat, menunjukkan bahwa pada tahun 2007 terdapat 15 kunjungan dengan jumlah tamu sebanyak 109 orang. Tahun 2008 terdapat 24 kunjungan dengan jumlah tamu sebanyak 168 orang. Sedangkan di tahun 2009 daftar kujungan yang sudah pasti untuk bulan Februari tercatat 24 orang dan dibulan Mei tercatat ada dua kujungan.(tim)

abi is agusbudi | Tanya Komputer