Detail Berita
EMPATI TUMBUH DARI PENGALAMAN BATIN
03-03-2009

Hakekat Sego Segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe) adalah gerakan untuk melatih diri bersikap kesederhanaan. Sekarang ini kesadaran menggunakan transportasi sepeda ditumbuhkan kembali oleh Walikota, setelah Pak Herry mencoba menggunakan alat transportasi tersebut dari rumah menuju tempat kerjanya, yang kurang lebih berjarak empat kilometer. Penggunaan sepeda ke tempat kerja dan ke sekolah terutama ditujukan bagi anak sekolah dan pegawai jajaran Pemkot Yogyakarta.
Berikut ungkapan hati Pak Herry, Selama dua bulan bersepeda saya memperoleh pengalaman batin yang luar biasa. Pengalaman paling mendalam adalah dimana pada waktu bersepeda, saya bisa melepas status saya sebagai seorang Walikota. Saat itu saya mencoba merasakan bahwa saya seorang Herry Zudianto bukan Walikota yang hanya memiliki sepeda untuk bepergian. Dengan suasana batin seperti itu alangkah nikmatnya semua yang telah Tuhan berikan selama ini kepada saya sehingga saya lebih mensyukuri pemberian Tuhan.
Dengan merasakan yang demikian itu saya menjadi lebih empati terhadap kelompok/golongan pesepeda yang sering terpinggirkan di jalan. Saya merasakan sendiri betapa tidak enaknya menjadi bagian yang ’lemah’. Sehingga pengalaman batin ini merasuk dan menjadikan saya lebih menghargai mereka. Dari pengalaman itu saya sangat berharap agar pengalaman batin seperti ini juga pernah dirasakan oleh teman-teman di Pemkot. Dengan begitu bisa bersama-sama membangun nilai-nilai menjadi pelayan yang lebih baik dalam menata Jogja.
PNS wajib mendukung gerakan bersepeda ini, kenapa ? Dijelaskan, sebagai PNS Pemkot Yogyakarta harus mendukung visi Kota Yogyakarta yang tertuang dalam RPJPD Kota Yogyakarta. Dimana Kota Yogyakarta ke depan adalah kota yang berwawasan lingkungan, dengan cara memberi contoh keteladanan. Dan program bersepeda adalah salah satu strategi pencapaian visi tersebut. Kalau tidak mau ya berarti tidak sungguh-sungguh menerima amanah masyarakat Yogyakarta yang ada dalam RPJPD tersebut. Selain itu PNS juga merupakaan bagian dari organisasi Pemkot yang mempunyai aturan-aturan kebijakan organisasi yang harus ditaati untuk mendukung tercapainya tujuan yang ada pada RPJPD.
Bagi PNS jajaran Pemkot Yogyakarta setiap hari Jum’at wajib tidak menggunakan kendaraan bermotor pribadi dan fasilitas dinas (motor/mobil) ke tempat kerja yang berdomisili (sesuai KTP) kurang dari 5 km dari lokasi kantor. Ini artinya, bukan wajib memakai sepeda, tidak pernah ada keharusan naik sepeda. Kalau tidak punya sepeda ya naik kendaraan umum atau diantar seminggu sekali, sambil kalau ada rejeki atau menabung suatu saat beli sepeda, tidak harus sepeda baru, sepeda bekas banyak yang murah, jauh lebih murah dari harga motor, tutur Pak Herry.
Disamping bagi PNS, Pak Herry juga berkeinginan meyakinkan pengalamannya itu kepada anak-anak sekolah, bahkan Pak Herry bersedia menemani anak sekolah yang masih ragu ataupun pesimis menggunakan sepeda. Bagi para siswa yang jarak rumahnya menuju sekolah kurang lebih 3 km hendaknya harus bersepeda. Tiga kilo meter adalah suatu jarak yang terjangkau dan tidak melelahkan bagi siswa untuk bersepeda.
Dikatakan, ”Saya tidak berasumsi asal-asalan dan bermaksud memberatkan anak sekolah, saya sendiri sudah membuktikan di usia 53 tahun ini maka saya bersepeda dari rumah ke kantor dan sebaliknya dengan jarak kurang lebih 3,5 km, hal ini saya jalani lebih 2 bulan dan tidak ada sesuatu yang memberatkan jasmani saya, bahkan merasa lebih sehat. Di bulan puasa saya pun tetap bersepeda”. imbuh Pak Herry.

abi is agusbudi | Tanya Komputer