Detail Berita
Launching Kartu Penetapan Dan Pembayaran Retribusi Pasar
19-10-2007

Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pengelolaan Pasar beberapa waktu melaunching penggunaan Kartu Penetapan Dan Pembayaran Retribusi Pasar (KPPR) sebagai pengganti karcis retribusi. Launching bertempat di Atrium Pasar Beringharjo disampaikan oleh Wakil Walikota, Haryadi Suyuti. Pada kesempatan itu dikukuhkan Paguyuban Pedagang Pasar "Manunggal Karyo", Paguyuban Pedagang Daging "Ngudi Rukun" dan Paguyuban Jasa Gendong "Sayuk Rukun".  Sebelum itu telah dikukuhkan Paguyuban Pedagang "Pager Raharjo" dan Paguyuban Pengajian ibu-ibu Pedagang Pasar "Dewi Khotijah". Juga dilakukan kerja bakti "Gerakan Pasarku Bersih" oleh seluruh komunitas Pasar Beringharjo dan peresmian papan nama los pasar.

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Drs. H. Achmad Fadli, Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Hj. Tri Kirana Muslidatun, Ketua RT/RW di lingkungan Ketandan, dan Komunitas Pasar Beringharjo.

Walikota Yogyakarta dalam sambutannya dibacakan Wawali Haryadi Suyuti mengatakan, launching KPPR merupakan upaya Pemkot mempermudah pedagang memiliki dan menyimpan bukti pembayaran retribusi yang akurat. Sehingga dapat dilakukan pencocokan bila terjadi perbedaan pada petugas, sekaligus merupakan efisiensi dan efektifitas kinerja pengelolaan retribusi pasar baik dari sisi biaya, kemudahan dalam memilah, penyimpanan dan mengurangi terjadinya penyimpangan pungutan retribusi. KPPR sebagai pengganti karcis retribusi dapat berdaya guna jika didukung kedisiplinan pedagang dan petugas dalam menggunakan KPPR tersebut. Untuk itu hendaknya para pedagang dan petugas di seluruh pasar Kota Yogyakarta mulai dapat memfungsikan KPPR dengan baik.

Peresmian nama los pasar juga merupakan upaya Pemkot meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung pasar dan penyedia barang/jasa di pasar. Adanya nama los akan memberi kemudahan bagi pedagang dan konsumen untuk melakukan aktivitasnya.

Melalui kerja bakti "Gerakan Pasarku Bersih" diharapkan seluruh komponen pengguna pasar berperan aktif secara terus menerus mengupayakan pasar sebagai tempat mencari nafkah yang bersih dan rapi, sehingga terbentuk image bahwa pasar  tradisional merupakan tempat yang bersih dan nyaman untuk berbelanja.

abi is agusbudi | Tanya Komputer