Detail Berita
KAIN PERCA MENGHIDUPI KELUARGA
03-03-2009

Apapun pekerjaan asal dilakukan dengan tekun ulet tlaten, dan rasa syukur kepada Tuhan akan membawa jalan dan berkah bagi pelakunya. Sebab yang namanya rezeki adalah pemberian Al Qalik yang tidak dapat kita raih maupun kita tolak begitu saja. Artinya kita harus bekerja keras mengais rezeki tersebut, demikian dikatakan Sudarmanto warga Dukuh, Kelurahan Gedongkiwo pengrajin kain perca kepada koran ini beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sukses menekuni kain perca tidak datang begitu saja. Ia mewarisi usaha orang tuanya sejak 26 tahun lalu. Usaha yang ditekuni sempat kolaps namun berkat modal jujur, menjaga kualitas produk dan tekun maka upaya menghidupi keluarganya dengan kain perca dapat berlangsung hingga kini.
Produk yang dihasilkan dari limbah kain perca seperti : tas dengan berbagai ukuran dan model, selimut, sarung bantal/guling, sprei/bedcover dan sebagainya. Untuk menghasilkan produk tas misalnya, langkahnya adalah menyiapkan lembaran kain perca segi tiga yang sudah disambung dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan. Spon tipis untuk pelapis bagian dalam, kain batik/blaco sebagai pelapis berikutnya. Alat jahit (mesin jahit/obras, gunting, benang, kancing) dan siapkan pola/model produksi (model Tas, Sprei, Sarung Bantal dsb).
Proses produksi yang dilakukan adalah, tentukan produk yang akan dibuat, tentukan design dan ukuran, siapkan lembaran kain perca segitiga yang dibutuhkan, lapisi spon tipis dan kain blaco/batik (pilih/sesuai pesanan), potong sesuai dengan mal yang dikehendaki, kemudian jahit.
Untuk mendapatkan bahan baku kain perca batik, awalnya Pak Darmanto membeli secara eceran dari para penjahit yang ada di sekitar Yogyakarta Rp 3.000,-/kilo. Sekarang dapat membeli secara grosir dari pengusaha/pabrik batik di luar Yogyakarta, dengan berbagai ukuran mulai dari 20 cm hingga 2 m persegi atau berupa barang sortiran (BS), seminggu sekali sekitar 4 juta rupiah. Sedang kain polos/spon pelapisnya di beli di Pasar Beringharjo sesuai kebutuhan, untuk menyambung hingga mendapatkan lembaran yang diinginkan. Jahit menjahitnya di kerjakan sendiri ataupun diupahkan kepada tetangga dengan cara borongan, saat ini ada 12 orang yang membantu menjahit.
Untuk pemasarannya dengan cara menjual langsung ke PKL secara tunai; titip jual pada toko/kios di pasar atau konsinyasi; dijual langsung/tunai kepada konsumen, memenuhi pesanan atau diambil oleh pedagang.
Bagi warga masyarakat yang ingin mendalami home industri kain perca dapat menghubungi R. Sudarmanto, MJ I / 1679 RT.84, RW.18. Telp. (0274) 386402.

abi is agusbudi | Tanya Komputer