Detail Berita
PUSAT KULAKAN DAN ECERAN HADIR DI SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA
07-01-2009

PUSAT KULAKAN DAN ECERAN HADIR DI SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

 

SMK Negeri 7 Yogyakarta merupakan salah satu dari 3 SMK di wilayah DIY yang mendapat kepercayaan Direktur Pengembangan SMK Depdiknas untuk mengembangkan studi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui pendirian pusat perbelanjaan. Sebagai wujud kepercayaan tersebut, kini di SMK Negeri 7 Yogyakarta telah didirikan usaha pusat kulakan dan eceran yang diberi nama “G-7 Mart”. Belum lama ini (6/12) “G-7 Mart” yang terletak di Jl. Gowongan Kidul JT III/416 diresmikan Walikota Yogyakarta, H Herry Zudianto di komplek halaman sekolah setempat. Nama G7 Mart berarti milik SMK Negeri 7 berkedudukan di Gowongan.

Menurut Ketua Tim Pelaksana, Dra. Th. Sri Sukarsih, sejak tanggal 3 November lalu ”G-7 Mart” sudah jalan dan hari pertama mendapat sekitar Rp. 1 juta. Hingga saat ini omset penjualan cukup menggembirakan setiap harinya mencapai sekitar Rp 3 juta. Prinsip usaha yang diterapkan adalah menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga murah. Untuk pengelolaannya ditangani oleh tim pelaksana yang mempunyai komitmen memberikan pembelajaran kepada siswa agar mampu mandiri, katanya.

Dalam sambutannya Herry Zudianto mengatakan, sebagaimana konsep yang diajarkan Ki Hajar Dewantoro bahwa belajar adalah "niteni, nirokake, nambahi" tidak mungkin hanya diperoleh saat pelajaran saja tapi juga harus dipraktekan, pencapaian lebih tinggi lagi dengan menyempurnakan suatu ilmu. Sehingga dengan mempraktekan akan membuat kita tidak pernah melupakan ilmu. Sekolah kejuruan dapat menjadi salah satu jawaban untuk tantangan bangsa ini ke depan guna mencukupi tenaga terampil, muda dan enterpreneur.

Dicontohkan, untuk menempati posisi direksi paling hanya dibutuhkan sedikit SDM, tetapi di lapangan untuk level pekerja yang menyerap banyak tenaga, lebih banyak dibutuhkan tenaga-tenaga terampil yang memiliki jiwa enterpreneur. Oleh karenanya lulusan dari sekolah kejuruan diharapkan dapat mengisi kekurangan ini. Dengan moto "kerja yes kuliah bisa" sehingga jika telah lulus bisa mendapatkan dua alternatif, yaitu langsung bekerja atau mengikuti jenjang perkuliahan. Bagi keluarga ekonomi bawah dapat memilih sekolah kejuruan sebagai alternatif yang tepat, kata Herry Zudianto.

Sementara itu, penanggung jawab business centre yang juga Kepala SMK N 7 Yogyakarta, Dra. Titik Komah Nurastuti menyatakan, bahwa sesuai kebijakan Direktur Pengembangan SMK, disetiap sekolah kejuruan hendaknya memiliki unit usaha yang dapat dipergunakan sebagai tempat pembelajaran praktek siswa khususnya dalam bidang kewirausahaan. Untuk SMK kelompok Bisnis dan Manajemen, unit usaha yang tepat adalah dalam bisnis ritel yang menyediakan berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari bagi warga masyarakat. Dalam pelaksanaannya business center menyediakan barang dagangan untuk diambil para siswa yang kemudian dijual lagi dilingkungan tempat tinggal masing-masing dengan cara membuka warung, toko atau outlet. Dengan demikian para siswa dapat mempraktekan secara langsung usaha bisnis ritel dan akan menikmati keuntungan dari usahanya, tutur Titik.(byu)

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer