Detail Berita
KANTIN KEJUJURAN SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA DIRESMIKAN
07-01-2009

KANTIN KEJUJURAN  SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA DIRESMIKAN
 

               Pelajar merupakan aset bangsa, maju atau mundurnya negeri ini dimasa depan tergantung dari pendidikan yang mereka terima sejak dini. Kepada pelajar harus ditanamkan nilai-nilai kejujuran agar terhindar dari perilaku koruptif, karena penyebab terjadinya korupsi di negeri ini utamanya adalah hilangnya perilaku kejujuran. Salah satu metode efektif yang dapat dilakukan untuk menanamkan kejujuran kepada pelajar dapat dilakukan dengan melaksanakan program kantin kejujuran setiap sekolah.

               Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember 2008, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto meresmikan Kantin Kejujuran di SMAN 7 Yogyakarta. Persemian kantin kejujuran dihadiri oleh Ketua Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta, Loeke Larasati SH MM dan Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Arief Noor Hartanto SIP.

               Herry mengatakan, Kantin Kejujuran sebagai momentum mempersiapkan generasi muda untuk belajar menanamkan nilai kejujuran. Melalui kantin kejujuran ini diharapkan akan terbangun sikap tanggung jawab dan amanah ketika mendapatkan titipan tugas selanjutnya. Walikota berharap pendirian kantin kejujuran di SMA Negeri 7 Yogyakarta akan menjadi wahana pembelajaran nilai dan sistem bagi anak didik. Antara nilai dan sistem ini harus dibangun secara bersama. “Jika nilai sudah dibangun maka sistempun akan terbangun dengan sendirinya. Karena sistem ini akan menjaga nilai-nilai,” ujar Walikota.

Ditambahkan, untuk permodalan Walikota menawarkan pinjaman kepada pengelola kantin kejujuran, dan modal usaha itu sebagai pinjaman bukan hibah sehingga harus dikembalikan sesuai kesepakatan. “Apakah dikembalikan secara harian, mingguan atau perbulan, itu harus disepakati dan menjadi komitmen bersama yang harus ditaati. Ini juga merupakan bagian dari latihan kejujuran,” ujar Walikota.

               Sementara itu, Ketua Kejaksaan Negeri Loeke Saraswati, SH MM mengatakan, kasus korupsi dewasa ini merupakan pelanggaran hukum yang bukan lagi biasa tetapi luar biasa dan meluas secara sistemik. Dan diakui hingga kini korupsi sangat sulit diberantas. Berkaitan upaya pencegahan tindak pidana korupsi, ada dua hal yang harus dilakukan yaitu dengan tindakan represif dan preventif. Dijelaskan, tindakan preventif bisa melalui sarana edukatif, antara lain sosialisasi kepada masyarakat maupun pelajar dengan membuka  kantin kejujuran yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kejujuran dan moral yang baik kepada generasi muda. Sehingga generasi muda mempunyai sikap tegas untuk menentang segala bentuk korupsi.

               Usai memberikan sambutan, Kajari Loeke Laraswati memukul bende (gong) didampingi Walikota Jogja, Ketua DPRD Kota Jogja, Kepala Pengadilan Negeri Jogja, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, para guru dan siswa, pertanda pengoperasian Kantin Kejujuran. Sedang Walikota, Ketua DPRD Kota Jogja dan Ketua OSIS SMAN 7 melakukan pemotongan buntal. Dilanjutkan bagi-bagi stiker himbauan anti korupsi kepada pengendara kendaraan bermotor di Jl. MT. Haryono atau di depan SMAN 7 Yogyakarta. (@mix-dedi)

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer