Detail Berita
WASPADAI HEPATITIS A
06-11-2008

WASPADAI HEPATITIS A Berdasarkan laporan dari 3 Laboratorium dan 6 Rumah Sakit di Kota Yogyakarta, telah terjadi peningkatan kasus Hepatitis A mulai dari bulan Maret hingga 28 Agustus 2008 yang tercatat sebanyak 221 kasus. Sementara penyelidikan epidemiologi yang dilakukan belum dapat menyimpulkan darimana sumber penularan berada, apakah di wilayah kota atau disekitarnya. Demikian dikatakan Dr. Choirul Anwar, M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dalam Sosialisasi Penyehatan Makanan dan Penyakit Hepatitis A bekerjasama dengan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Cabang Kota Yogyakarta dihadapan para ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (PPKLY) bertempat di Aula Badan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta  Jl. Malioboro, belum lama ini (28/8).Hepatitis A merupakan penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh infeksi, bahan kimia, penyakit lain atau virus hepatitis A. Gejalanya mual dan atau muntah, nafsu makan menurun, perut terasa tidak nyaman, demam, warna kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning, warna air seni seperti air teh, badan lemas dan mudah lelah. Namun demikian tidak semua gejala yang ada tersebut tampak pada seseorang yang sedang terserang virus hepatitis A.Hepatitis A ditularkan dari orang ke orang malalui air, minuman, makanan atau peralatan makanan lainnya yang terkontaminasi virus hepatitis A. Penyakit ini jarang menimbulkan kematian dan tidak menjadi kronik. Penyakit ini sembuh sendiri namun dengan pengobatan dan istirahat yang cukup akan didapat kesembuhan yang  sempurna.Oleh karena sumber penularan yang pasti dan pola penyebarannya belum diketahui dan masih dilakukan studi epidemiologi, maka dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu melakukan tindakan pencegahan penularan dengan melakukan higiene diri yang baik dengan cara : Mencuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum; Mencuci peralatan makan-minum dengan sabun; Tidak buang air sembarangan; Tidak membeli makanan atau minuman sembarangan ; Melakukan vaksinasi hepatitis A di Rumah Sakit.Kepada para pedagang makanan dan minuman yang potensial menyebarkan penyakit hendaknya melakukan : Menutup makanan/minuman dagangan sehingga tidak dihinggapi lalat, serangga lain, kena debu ataupun asap; Berdagang ditempat yang sekelilingnya bersih dan jangan di dekat tempat sampah, kandang hewan, jalan berdebu atau pabrik yang banyak asapnya; Menggunakan sendok, garpu atau alat yang bersih untuk mengambil makanan; Peralatan untuk menyajikan makanan seperti mangkok, panci, garpu sendok, tidak terbuat dari bahan logam beracun seperti tembaga, seng atau timah hitam; Peralatan makan setelah dipakai harus dicuci bersih dengan sabun; Simpan perlatan ditempat tertutup; Biasakan berpakaian yang bersih, cuci tangan dan tidak meludah disembarang tempat; Segera berobat ke dokter/puskesmas jika sakit.

Hal yang harus dihindari antara lain seperti : Jangan menggunakan serbet yang kotor dan basah untuk mengeringkan peralatan yang telah dicuci bersih; Jangan membungkus makanan dengan pembungkus yang kotor; Jangan merokok atau ngobrol pada saat menghidangkan makanan/minuman serta menutup mulut/hidung dengan sapu tangan saat batuk/bersin.

Untuk menjaga kebersihan peralatan lakukan pencucian dengan metode 3 ember yaitu : Ember pertama sebagai tempat pembersih sisa makanan; Ember kedua berisi air sabun untuk mencuci peralatan; Ember ketiga sebagai pembilas yang berisi air dicampur disinfektan /  kaporit dengan dosis satu sendok makan peres untuk 10 liter air, kemudian peralatan di tiriskan. Gunakan serbet kering yang bersih bila hendak membersihkan peralatan, idealnya menggunakan serbet sekali pakai agar tidak terjadi penyebaran virus hepatitis A dari satu perlatan keperalatan lainnya.(nrp)  

abi is agusbudi | Tanya Komputer