Detail Berita
DAUN KERING JADI BRIKET ARANG
03-11-2008

DAUN KERING JADI BRIKET ARANG

 

Sebagai bentuk kepedulian mendukung program kebersihan kota, warga Rt 16 Rw 04 Kelurahan Kotabaru Kecamatan Gondokusuman, mengandalkan pengolahan sampah secara mandiri. Pengolahan dikhususkan pada sampah organik non rumah tangga yakni daun kering untuk diproses menjadi briket arang yang siap pakai. Cara pembuatannya cukup sederhana dan dapat menghasilkan briket arang yang ekonomis pengganti bahan bakar minyak (BBM). Berikut cara kerja pembuatan briket arang dari sampah daun.

Sampah daun kering dimasukan tungku pembakaran, dan tungku pengarangan kemudian dilakukan pembakaran atau pemanasan tanpa oksigen pada tungku pengarangan. Pada saat bersamaan sampah pada tungku pembakaran dibakar melalui lubang yang ada dibawah, sehingga didapatkan panas yang memanasi tungku pengarangan, dan panas dari sampah yang ada di tungku pengarangan itu sendiri. Pada tahapan ini sampah akan mengalami penguraian secara termis, sehingga terjadi penguapan air bebas, dan akan diikuti proses lainya, yang menghasilan serbuk arang.

            Dijelaskan oleh Maryanto penggagas arang briket, kapasitas tungku yang diciptakanya mampu menghasikan 4 kg bubuk arang siap cetak sekali masak. Dari satu kali proses pengarangan diperlukan 10 kg sampah daun kering. Proses pengarangan tersebut memerlukan waktu lebih kurang dua jam untuk hasil pengarangan sempurna. Setelah proses pengarangan selesai, kemudian tahap penggilingan atau penghalusan arang. Serbuk arang yang telah halus kemudian dicampur dengan lem yang terbuat dari tepung kanji, setelah adonan siap, proses selanjutnya pengepresan. ”Kami melakukan pengepresan ini dengan alat sederhana, yang kami contoh cara pengepresan pil secara manual, bahkan hasil dari pengepresan ini mirip dengan pil, namun bentuknya lebih besar, seukuran dengan kue  puthu, berdiameter antara 2 - 3 cm, panjang 5 - 6 cm,” katanya disela-sela pembuatan arang briket.

Dijelaskan Maryanto, 1 kg briket arang dapat memasak 4 liter air yang dipanaskan selama 15 menit, sedangkan 1 kg arang briket apabila dipanaskan sampai menjadi abu sempurna membutuhkan waktu selama 50 menit. ”Kedepan saya akan membuat arang briket beraroma cendana dan sepertinya lebih tepat sebagai aroma terapi. Pembuatan arang briket dari sampah ini masih kurang sempurna, semisal pada waktu proses pengarangan masih banyak timbul asap yang sedikit mengganggu,” tandas Guru Teknik Mesin ini.(and)

abi is agusbudi | Tanya Komputer