Detail Berita
KOMPOS GLASING ALA IBU SUJADI
03-11-2008

KOMPOS GLASING ALA IBU SUJADI

 

            Sampah yang menumpuk dan mengotori lingkungan adalah masalah kita semua. Penyakit yang ditimbulkan akan memperbesar masalah yang sudah ada. Sebagai warga yang baik maka kita wajib menanggulangi masalah sampah dengan cara mendaur ulang melalui proses pengomposan, demikian dikatakan Ny. Sujadi Ketua PKK RW. 04 Surokarsan, Kelurahan Wirogunan, ditemui koran ini beberapa waktu lalu (10/9).

            Lebih lanjut Ny. Sujadi menjelaskan, pengomposan merupakan proses pembusukan atau penguraian oleh bahan organik/bahan yang dihasilkan oleh mahkluk hidup seperti jaringan tanaman/hewan oleh berbagai macam mikro organisme hingga menjadi pupuk organik yang disebut kompos. Sedang mikro organisme/bakteri pengurai adalah mahkluk hidup yang ukurannya sangat kecil, seperti bakteri atau jamur yang biasa terdapat pada sisa-sisa makanan, serat nanas, bekatul dan kotoran hewan/ternak.

            Ibu Jadi menambahkan, keuntungan membuat kompos adalah kita bisa ikut menanggulangi masalah sampah di dalam rumah tangga dan lingkungan sekitar.  Prosesnya mudah dan tidak menimbulkan polusi/bau busuk dan dapat menjadi bahan/media tanam bahkan dapat dijual. Sisa makanan/sampah dapur dapat dikompos dengan metode glasing yaitu dengan cara dimasukan ke dalam bekas  karung beras dari plastik, caranya :

  1. Ikat ujung / sudut  karung plastic / glasing yang ada, kaitkan pada tiang sehingga tergantung miring;
  2. Masukan bahan organik yang akan dikompos ke dalam glasing;
  3. Letakan kaleng bekas cat / yang lain dibawah glasing untuk menampung tetesan air dari glasing. Air jangan dibuang tapi dimasukan lagi kedalam glasing untuk penyiraman guna mempercepat proses;
  4. Masukan sisa makanan / bahan pengurai dengan perbandingan 3:1
  5. Masukan sampah dan bahan pengurai secara berkala dengan perbandingan 3:1 jangan terlalu penuh  sebab glasing dapat rusak / jebol;
  6. Setelah dirasa cukup penuh, lepaskan glasing dari gantungan, tutup glasing  dengan diikat yang kuat kemudian simpan dengan posisi terbalik agar air tidak mengendap dibawah glasing, simpan dengan alas glasing yang lain dilantai, jangan ditanah agar air tidak meresap ke tanah;
  7. Seminggu sekali isi glasing dituang kedalam wadah / ember besar diaduk rata gunakan sarung tangan / kayu dan pakailah masker, kemudia masukan lagi kedalam glasing;
  8. Kompos yang bermutu tinggi akan jadi setelah 5 minggu dengan ciri warnanya hitam / coklat, remah dan halus.(nrp)

abi is agusbudi | Tanya Komputer